Tribun

Kisah Bocah SD yang Dikucilkan di Sekolahnya karena Ketahuan Tertular HIV

Gigih mengalami hal yang sangat menyakitkan, dia dikucilkan oleh teman-temannya. Hal ini bermula saat Gigih ketahuan sebagai pengidap HIV.

Editor: Dewi Agustina
Kisah Bocah SD yang Dikucilkan di Sekolahnya karena Ketahuan Tertular HIV
net
Ilustrasi HIV/AIDS 

"Jadi pilihannya dua, mempertahankan anak ini atau mempertahankan siswa yang lain," keluh NK.

Pelaksana Program Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Tulungagung, Ifada Nur Imaniar menyayangkan terungkapnya identitas Gigih.

Padahal KPA Tulungagung beserta perangkat desa dan para tenaga medis telah berusaha keras merahasiakan kondisinya.

Menurut Ifada, justru ada saudara Gigih yang membocorkan kondisi anak ini.

"Kami tidak tahu motivasinya apa, mungkin benci atau karena apa. Tapi yang jelas dampaknya sangat buruk terhadap Gigih," tutur Ifada.

Ifada mengungkapkan, Gigih sebenarnya adalah anak angkat. Kedua orang tuanya bekerja di Surabaya.

Ia tinggal bersama neneknya di sebuah desa di Tulungagung.

Baca: Mobil Melaju Kencang saat Jembatan Emas Terbuka, Dua Orang Meninggal Terjun dari Ketinggian 20 Meter

Selama ini Gigih juga rajin mengonsumsi Antiretroviral (ARV) untuk menekan jumlah virus di tubuhnya.

Gigih baru saja menjalani operasi mata. Kondisinya belum pulih sepenuhnya, namun Gigih sudah mulai masuk sekolah.

"Matanya memang masih bengkak, dan itu yang mungkin membuat wali murid lain ketakutan. Mereka yang melarang anak-anaknya masuk ke ruang kelas jika ada Gigih," ungkap Ifada.

Halaman
123
Sumber: Surya
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas