Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Gempa di Sulteng

Kisah Aji dan Rendi, Sempat Terseret Tsunami saat Terjang Palu, Selamat karena Pegangan Balok

AJI dan Rendi merupaka anggota Air Soft Gun asal Samarinda yang saat kejadian gempa dan tsunami sedang berada di Palu

Kisah Aji dan Rendi, Sempat Terseret Tsunami saat Terjang Palu, Selamat karena Pegangan Balok
Tribun Kaltim/Nevrianto
SELAMAT - Aji Andri (kanan) dan Rendi Saputra, dua tim Air Soft Gun asal Samarinda yang selamat dari bencana gempa dan tsunami di Palu 

TRIBUNNEWS.COM, PALU - Dua warga Samarinda, Aji Andre dan Rendi Saputra menjadi saksi tragedi gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Bahkan keduanya nyaris menjadi korban, karena sempat tenggelam terbawa arus tsunami. Beruntung, keduanya masih bisa menyelamatkan diri hingga akhirnya bisa kembali ke Kaltim.

AJI dan Rendi merupaka anggota Air Soft Gun asal Samarinda yang saat kejadian gempa dan tsunami sedang berada di Palu.

Kepada Tribun saat ditemui di Kafe Antara, Samarinda, mereka berbagi cerita pengalaman tragis yang hampir merenggut nyawanya tersebut.

"Kami ke Palu atas undangan panitia HUT Kota Palu. Ini tahun ketiga kami mengikuti kegiatan Air Soft Gun. Saat itu, ada dua tim asal Samarinda yang sudah berada di Palu, yakni DSA serta SS1 Samarinda. Jumlahnya sekitar 16 orang," ujar Aji Andri membuka kisahnya, Rabu (3/10/3018).

Tiba di Palu, Kamis (27/9), rombongan tim Air Soft Gun Samarinda sempat bermalam satu hari sebelum gempa terjadi Jumat (28/9) esok harinya.

"Kamis kami tiba di Palu. Sempat menginap di Guest House Asni. Kemudian Jumat, kami agendanya technical meeting di salah satu hotel. Mulai dari sana, pukul 15.00 waktu setempat, sudah terjadi gempa. Itu satu jam sebelum TM. Saat itu gempa masih tak terlalu besar. Kami sempat melakukan TM, pendaftaran dan sebagainya," ucapnya.

Gempa kedua kembali terjadi. Aji Andri dan teman-teman sudah mulai terpisah. Ada yang masih berada di hotel tempat lokasi TM, dan apa pula yang berada di pinggir pantai. Ini karena lokasi hotel berada di perkampungan nelayan.

"Tiba-tiba pukul 18.00 Wita, jelang Maghrib, kembali terjadi gempa. Kali ini gempa berkekuatan besar. Gempa membuat hotel ambruk di beberapa bagian. Saat kejadian saya sedang duduk di pinggir pantai. Begitu gempa, kami laria ke tengah jalan. Saat itu, kami sudah lihat air laut mulai surut, dan kemudian kami putuskan naik menuju ke perbukitan sekitar 1 km jauhnya," tutur Aji.

Suasananya saat itu sudah mulai chaos (ribut). Beberapa warga maupun siapapun yang ada terlihat mulai berlarian mencari tempat aman. Apalagi mulai muncul informasi adanya tsunami.

Halaman
123
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas