Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bahayakan Pengguna Jalan, Tebing Gunung Ceuncrang Diruntuhkan

Tebing yang lokasinya tepat berada kilometer 132, tidak hanya miring ke jalan, namun mengalami keretakan di bagian atas sepanjang 50 meter

Bahayakan Pengguna Jalan, Tebing Gunung Ceuncrang Diruntuhkan
Istimewa
PETUGAS Satker Badan Jalan Nasional, bersama BPBD, dan TNI-Polri meruntuhkan tebing di kawasan Gunung Ceuncrang, Kecamatan Setia Bhakti, Aceh Jaya, Senin (5/11) 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH – Satuan Kerja Satker Badan Jalan Nasional (Satker BJN) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Jayameruntuhkan tebing Gunung Ceuncrang di Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya dengan cara menyiramkan air menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran.

Keputusan untuk melongsorkan tebing itu karena posisinya sudah miring ke bahu jalan lintas Meulaboh-Banda Aceh, sehingga sangat membahayakan para pengendara yang melintasi jalan nasional tersebut.

Pantauan Serambi di lokasi, tebing Gunung Ceuncrang yang lokasinya tepat berada kilometer 132, tidak hanya miring ke arah jalan, namun juga sudah mengalami keretakan di bagian atas dengan panjang mencapai 50 meter.

Kondisi ini membuat tebing itu bisa runtuh sewaktu-waktu ke badan jalan yang dapat mengancam keselamatan pelintas. Untuk menghindari kejadian buruk tersebut, Satker BJN mengambil keputusan meruntuhkan sengan sengaja tebing miring itu.

“Ini tebing sudah bahaya, kalau tidak dirobohkan dengan longsor buatan bisa membahayakan pengendara. Jadi, harus kita robohkan dengan sengaja,” jelas Eko, Pelaksana PT Wirataco yang merupakan pihak rekanan Satker BJN kepada Serambi, Senin (5/11).

Baca: Dibuang Ayahnya ke Tebing, Seorang Bayi Ditemukan Selamat 12 Jam Kemudian, Berkat Tas Nilon

Ia menambahkan, penghancuran tebing yang dilakukan kemarin merupakan kedua kali dengan cara membuat longsor buatan.

“Karena, sehari sebelumnya, kita juga melakukan hal yang sama,” ucapnya.

Selain dibantu satu unit mobil damkar, sebut dia, proses perobohan tebing tersebut juga dibantu satu unit mobil tanki air, satu unit alat berat jenis excavator (beko), dan enam unit dumtruck.

Penanggung Jawab Umum Persefasi dan Rekonstruksi Badan Jalan Nasional kawasan Aceh Jaya dari PT Wiratako, Lilin Suparman menambahkan, perobohan tersebut akan terus dilakukan sampai kondisi tebing di lokasi rawan longsor tidak berbahaya lagi untuk para pengguna jalan.

“Kita takut ada korban, makanya kita buat longsor buatan. Sudah kita lakukan sejak dari Minggu lalu, dan akan terus kita lakukan sampai kondisinya aman sehingga tidak membahayakan pengendara jalan,” terangnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas