Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Derita Siswi SMP, di Manggarai Timur Ini Dihamili Kerabatnya, Harus Keluar dari Sekolah

Ibunya sempat bertanya siapa yang menghamilinya lalu korban memberitahu kalau ia dihamili Barnabas Kawar.

Derita Siswi SMP, di Manggarai Timur Ini Dihamili Kerabatnya, Harus Keluar dari Sekolah
ilustrasi
Ilustrasi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

TRIBUNNEWS.COM, BORONG-Sungguh malang nasib yang dialami MKK (15), pelajar SMP di Kampung Markimah, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

MKK harus kehilangan masa depannya lantaran dicabuli Barnabas Kawar, keluarganya sendiri hingga hamil lima bulan.

Kasus MKK yang dicabuli kerabatnya ini sudah dilaporkan ke Polsek Wae Lengga, Kecamatan Kota Komba, Sabtu (1/12/2018) pagi.

Penyidik Reskrim Polsek Wae Lengga sudah memeriksa MKK dan menahan Barnabas guna mempertanggungjawabankan perbuatannya.

Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui Kasubag Humas Polres Manggarai, Ipda Daniel Djihu kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Rabu (5/12/2018) pagi menjelaskan, kejadian yang menimpa MKK terjadi sekitar Juni 2018 lalu.

Baca: Terkuak Pembunuhan Pekerja di Nduga, Dijemput Paksa Lalu Ditembaki Saat Tangan Terikat

Yang mana terungkapnya kasus cabul yang dialami MKK diketahui ibu korban yang membawa anaknya ke dukun beranak di kampung.

"Setelah itu sekitar tanggal 29 November 2018 sekitar pukul 17.00 wita ibu korban sempat curiga dengan anaknya karena perut semakin membesar. Sang ibu lalu membawa anaknya ke dukun beranak untuk diurut. Sang dukun beranak sehabis memijat korban lalu memberitahu ibu korban kalau anaknya hamil 5 bulan.

Ibunya sempat bertanya siapa yang menghamilinya lalu korban memberitahu kalau ia dihamili Barnabas Kawar. Ibu korban lalu memberitahu apa yang dialami anaknya kepada Ketua RT. Di depan Ketua RT pelaku yang dipanggil mengakui perbuatannya," ujar Daniel.

Namun keluarga, tegas Daniel, menginginkan pelaku diproses secara hukum sehingga sudah ditangani Polsek Wae Lengga.(*)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas