Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tsunami di Banten dan Lampung

Warga Pulau Sebesi dan Sebuku di Pengungsian Mulai Terserang ISPA dan Gatal-gatal

Warga Pulau Sebesi dan Sebuku yang kini mengungsi di lapangan tenis Indoor Kalianda mulai mengalami gangguan gatal-gatal.

Warga Pulau Sebesi dan Sebuku di Pengungsian Mulai Terserang ISPA dan Gatal-gatal
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Warga Pulau Sebesi dan Sebuku yang mengungsi di Lapangan Tenis Indoor Kalianda. TRIBUN LAMPUNG/DEDI SUTOMO 

Debu Asap Setinggi 2.000 Meter
Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di selat pasca mengalami erupsi yang memicu gelombang tsunami pada Sabtu (22/12) lalu. Masih terus menunjukkan geliatnya.

Dari data Vulcanik Activity Report (Magma VAR) Badan Geologi, PVMBG Kementerian ESDM, Pos pantau GAK sejak pagi pukul 06.00 wib hingga pukul 12.00 WIB.

GAK masih terpantau mengeluarkan asap debu berwarna hitam dengan intensitas sedang dan tebal.
Ketinggian asap debu mencapai 200 sampai dengan 2.000 meter dari kawah gunung.

Untuk jumlah gempa letusan tercatat sebanyak 4 kali dengan amplitudo 14-22 mm dan durasi 75-145 detik. Gampa hembusan sebanyak 12 kali dengan amplitudo 8-21 mm dan durasi 40-90 detik.

Gempa vulkanik dalam sebanyak 1 kali dengan amplitudo 16 mm S-P : 16 detik dan durasi 10 detik.

"Untuk gempa mikro tremor masih terekam dengan amplitudo 2-12 mm (dominan 8 mm)," kata Suwarno petugas pos pantau GAK di desa Hargopancuran Kecamatan Rajabasa, Kamis (3/1/2019).

Dia mengatakan sejauh ini untuk status GAK masih pada level III Siaga.

Dimana nelayan dan juga para pengunjung dilarang mendekat pada radius 5 kilometer dari gunung api di Selat Sunda itu.

Artikel ini telah tayang di Tribunlampung.co.id dengan judul Lama di Pengungsian, Warga Pulau Sebesi dan Sebuku Mulai Terserang ISPA dan Gatal-gatal

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas