Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengungsi Gunung Karangetang yang Terisolasi di Kampung Batubulan, Bupati Gagal Antar Bantuan

Lokasi sebelumnya sudah relatif aman karena berada di luar area yang menjadi rekomendasi PVMBG untuk dikosongkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Pengungsi Gunung Karangetang yang Terisolasi di Kampung Batubulan, Bupati Gagal Antar Bantuan
Tribun Manado
Erupsi Gunung Karangetang 

Ia menambahkan, sudah menaikkan status menjadi tanggap darurat lantaran aktivitas Gunung Karangetang yang semakin meningkat.

Herce Raintama, Kapten KN SAR Bima Sena mengatakan bahwa mereka membawa kru Basarnas 30 orang, terdiri ABK 18 orang, sisanya tim darat.

"Kami stand by menunggu petunjuk apakah status gunung dinaikkan atau diturunkan, termasuk langkah evakuasi kami siap," jelasnya.

Ia menambahkan, tidak jadi merapat karena cuaca yang buruk."Kami pertimbangkan bukan hanya barang saja tapi jiwa yang utama," jelas dia.

Pengungsi Dipindahkan ke Shelter Paseng

Warga bencana Gunung Karangetang yang mengungsi di GMIST Nazaret Kawahang akhirnya dipindahkan ke Shelter Paseng, Siau Barat, Kamis (7/2/2019).

Mereka dipindahkan menggunakan sepuluh angkutan umum secara bersama. Mereka dibantu oleh BPBD Sitaro, Basarnas Manado, Dinsos, TNI, Polri.

Rekomendasi Untuk Anda

Mulai orang tua, anak, hingga usia lanjut dibawa. Terlihat beberapa usia lanjut dibopong oleh petugas lantaran nsudah tidak bisa berjalan dengan baik, juga ada yang penglihatan tidak berfungsi baik.

Oma Sopia Tumamilang misalnya harus digandeng oleh petugas lantaran sudah menggunakan tongkat dan mata sudah tidak berfungsi lagi.

"Saya ditemani keponakan saya, yang tinggal bersama. Saat dievakuasi kemarin dari rumah di dusun Niambangeng dibantu petugas," jelasnya.

Ia memang merasa takut dengan kejadian bencana alam guguran lava gunung Karangetang tersebut.

"Senang dipindahkan, karena takut juga, bagaimana mata juga sudah tidak bisa melihat," jelas dia.

Lili Pangulimang yang tinggal bersama Oma Sopia mengatakan perlengkapan berupa pakaian sudah dibawa.

"Kemarin mereka minta kami agar mengungsi, jadi bawa pakaian saja. Kami berharap ini segera usai dan kami bisa kembali ke rumah," jelasnya.

Ia mengatakan rumah sudah ditutup, namun suaminya nanti yang akan cek.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas