Temuan Praktik Prostitusi Berkedok Warung, Bupati Klungkung Langsung Bertindak
Usai ditertibkannya prostitusi berkedok warung, pihak Desa Negari mulai memperketat pengawasan di wilayahnya.
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, SEMARAPURA - Usai ditertibkannya prostitusi berkedok warung, pihak Desa Negari mulai memperketat pengawasan di wilayahnya.
Menindaklanjuti arahan Bupati Klungkung, Perbekel Negari akan segera berkoordinasi dengan desa pakraman untuk mengantisipasi kembali munculnya lokasi prostitusi di wilayah Negari
Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan memang dilalui jalur Bypass Ida Bagus Mantra. Lokasi ini juga menjadi lokasi dua tempat hiburan malam yang ditutup oleh Pemkab Klungkung beberapa waktu lalu.
"Sebelumnya di wilayah kami memang ada dua kafe remang (tempat hiburan malam). Tapi saat ini memang sudah ditutup dan kami juga terus awasi agar tidak buka lagi," ujar Perbekel Negari, Gusti Agung Ngurah Agung.
Baca: Usai Habisi Anak dan Istri Nardi Sempat Berputar-putar Tanpa Busana
Terkait warung berkedok prostitusi itu, pihaknya mengaku sudah cukup sering mengeceknya. Namun tidak ada yang mencurigakan.
Praktik prostitusi di warung itu baru terbongkar setelah Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta dan Satpol PP melakukan penggerebekan, Jumat (15/2/2019).
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menegaskan untuk mengendalikan maraknya prostitusi berkedok warung remang-remang dan warung kecil yang sudah masuk hingga ke pelosok desa, para prajuru adat maupun dinas hendaknya dibekali produk hukum berupa perarem maupun perdes.
Dengan dasar produk hukum tersebut maka prajuru adat dan dinas juga harus tegas dalam mengedalikan situasi desanya dari berbagai penyakit sosial masyarakat tersebut.
“Selain harus memiliki perarem maupun perdes, para prajuru juga harus berani dan tegas menindak tempat tempat maksiat dan hal hal negatif lainnya yang berkembang di wilayahnya. Karena sekali saja bisnis semacam itu tumbuh dan berkembang lama, maka selamanya desa tersebut akan dicap negatif,” ujar Suwirta.
Awalnya Warung Milik Warga Lokal
Dengan kejadian ini, pihak desa akan berkoordinasi dengan desa pakraman untuk menyusun aturan yang dapat mencegah praktik prostitusi di wilayah Desa Negari.
Perbekel Negari, Gusti Agung Ngurah Agung mengatakan, tempat prostitusi tersebut awalnya adalah warung kecil.
Baca: Unicorn Jadi Kata Paling Trending di Debat Pilpres Kedua di Indonesia
"Itu awalnya warung kecil milik warga lokal setempat," jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Klungkung dan Satpol PP melalukan sidak di beberapa warung di wilayah Bypass Ida Bagus Mantra, Jumat (15/2/2019).
Awalnya pemilik warung menampik di lokasi itu menjadi tempat prostitusi. Namun setelah digeledah, bupati bahkan menemukan banyak kondom bekas pakai.
Pemilik warung pun tidak bisa mengelak dan mengakui melayani prostitusi. (*)
Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Temuan Praktik Prostitusi Berkedok Warung, Bupati Suwirta Minta Desa Buat Perarem atau Perdes