Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

7 Hari Jelang Pilpres, Alumni Jogja Imbau Masyarakat Agar Tidak Golput

Cacimaki, sumpah serapah menjadi hal yang seolah biasa. Indonesia seolah kehilangan jatidiri yang selama ini dikenal sebagai bangsa

7 Hari Jelang Pilpres, Alumni Jogja Imbau Masyarakat Agar Tidak Golput
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
DEKLARASI DUKUNGAN. Calon Presiden no urut 01, Joko Widodo menghadiri acara deklarasi dukungan di stadion Kridosono kota Yogyakarta, sabtu (23/3/2019). Dalam kesempatan tersbeut diberikan deklarasi dukungan kepada Joko Widodo dari Alumni Jogja Satukan Indonesia. TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI 

TRIBUNNEWS.COM -- Memasuki 7 hari jelang Pemilihan Umum 2019, Alumni Perguruan Tinggi Se-Indonesia semakin solid bersatu dan menyatakan sikap dukungannya pada calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo – Kyai H Maruf Amin melalui seruan damai bertajuk PUTIH ADALAH KITA.

“Tujuan kami adalah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkontribusi dalam pesta demokasi Indonesia dengan datang ke TPS, menyumbangkan suara dengan jujur dan bergembira atas suara yang kini bisa dengan bebas disuarakan tanpa pemaksaan apa pun,” ujar Ajar Budi Kuncoro ketua Alumni Jogja SATUkan Indonesia.

Maka kegiatan PUTIH ADALAH KITA menjadi sebuah basis pergerakan yang secara sederhana mengingatkan bahwa setiap warga Negara Indonesia, bahwa kita semua pada dasarnya adalah sama. Putih yang juga dinilai sebagai pengingat pentingnya arti sebuah kejujuran dalam bermasyarakat.

Baca: Dukung Paslon 02, Ketua DPD Golkar Wonosobo Dipecat

Baca: Alasan Larangan Prabowo Kampanye di Semarang, Ganjar Pranowo: Ini Berlaku untuk Semua Kubu

“Maraknya berita bohong (hoax), sandiwara, serta kebohongan yang ditebar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, terbukti telah menjadikan kehidupan bermasyarakat di Indonesia tidak lagi kondusif.

Cacimaki, sumpah serapah menjadi hal yang seolah biasa. Indonesia seolah kehilangan jatidiri yang selama ini dikenal sebagai bangsa yang ramah dan santun,” ujarnya

Budi Kuncoro menjabarkan. gerakan KITA ADALAH PUTIH sekaligus mengajak para pemilih baik pemula mau pun bukan untuk memilih pasangan nomer satu yang selama ini dengan tulus dan jujur bekerja untuk rakyat, yaitu Jokowi Amin yang didampingi KH Maruf Amin sebagai paslon nomer 1 dengan penampilan berbaju putih. Baju putih coblos baju putih.

Sejumlah 30 kelompok relawan Alumni Perguruan Tinggi dan SMA Se Indonesia kini bergabung untuk menyatakan sikap dukungannya pada paslon 01 yang dinilai sudah membuktikan keberhasilannya dalam bekerja dan mereka merasakan hasilnya yang sangat bermanfaat secara adil dan merata bagi masyarakat luas dari Sabang sampai Merauke.

Baca: Kiper Persebaya Akan Dirotasi di Leg Kedua Final Piala Presiden 2019 Kontra Arema FC

“Kami menghimbau seluruh lapisan masyarakat juga untuk mengikuti langkah kami, yaitu tidak golput, tanggal 17 April pakai baju putih ke TPS, kita putihkan Indonesia, dan mari kita coblos yang sudah terbukti jujur dan giat dalam bekerja, yaitu paslon yang dikertas suara juga memakai baju putih seperti kita, paslon nomer 1, Jokowi Amin,” ujar Budi Kuncoro

Sementara itu musisi Djaduk Ferianto mengingatkan publik untuk lebih cerdas membaca gejala politik yang muncul akhir-akhir ini. Arus politisasi agama yang marak terjadi sampai hari ini, harus direspon sebagai aktivitas politik yang tidak mendidik. Bagi kaum millenial ini suatu ilustrasi keadaan yang membuat mereka menjadi risih melihat fenomena politik.

Untuk itu, kaum milenial harus diarahkan pada persepsi politik yang mencerahkan, dengan optimisme dan rasionalitas politik.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas