Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Stok Langka, Pembeli Elpiji 3 Kg Harus Antre dan Membawa KK

Tati, salah satu agen pengelola tabung elpiji di Mamuju mengatakan stok tabung gas tiga kilogram miliknya sudah habis

Stok Langka, Pembeli Elpiji 3 Kg Harus Antre dan Membawa KK
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, MAMUJU - Puluhan ibu rumah tangga di Mamuju, Sulawesi Barat kesal karena tidak kebagian tabung gas elpiji tiga kilogram.

Padahal mereka sudah mengantre dengan menggunakan nomor sejak Shubuh dan membawa KK sebagai syarat pembelian tabung gas.

“Saya ini pak sudah antre berjam-jam di sini sambil membawa KK dan tabung kosong. Tapi setelah berjam-jam menunggu agen bilang stoknya habis. Jelas saya kecewa dan protes ke pemilik agen,” jelas Aminah, salah satu warga Mamuju kepada Kompas.com Senin (6/5).

Warga yang sebagian berasal dari keluarga kurang mampu ini semakin kecewa lantaran ketika akan membeli elpiji seberat lima kilogram dan 12 kilogram, stoknya juga kosong. Padahal mereka membutuhkan elpji tersebut untuk memasak.

Tati, salah satu agen pengelola tabung elpiji di Mamuju mengatakan stok tabung gas tiga kilogram miliknya sudah habis. Padahal per hari, dia sudah menyiapkan 50 hingga 70 tabung gas 3 kilogram per hari.

Baca: Sebelum Ditemukan Tewas, Adam Sky Diduga Pesta Minuman Beralkohol Bersama Dua Teman Wanitanya

Baca: Sosok SL Terduga Teroris yang Ditangkap di Babelan: Pimpinan JAD Lampung dan Terlibat Bom Thamrin

“Kayaknya ada warga yang menukar tabung lebih dari sekali dalam sehari. Sehingga persediaan gas tidak pernah cukup,” jelas Tati.

Ia mengaku tidak tahu penyebab kelangkaan elpiji tiga kilogram. Padahal pihaknya telah menambah stok penukaran gas elpiji di sejumlah pangkalan di dalam kota Mamuju. (Junaedi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Stok Elpiji 3 Kg Langka, Pembeli Antri dan Harus Membawa KK"

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas