Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dosen Unpad Ketahuan Daftarkan Putrinya ke SMA 5 Bandung Pakai KK Bodong, Ini Kata Pihak Kampus

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB SMA) 2019 di Kota Bandung ditemukan sejumlah indikasi penyimpangan pemalsuan Kartu Keluarga (KK).

Dosen Unpad Ketahuan Daftarkan Putrinya ke SMA 5 Bandung Pakai KK Bodong, Ini Kata Pihak Kampus
Tribun Jabar/ Hilda Rubiah
Suasana pengumuman hasil PPDB SMAN di Kota Bandung, Sabtu (29/6/2019). Masyarakat Pemerhati Pendidikan (MPP) melaporkan temuan pendaftar KK bodong di PPDB SMA 2019 di Kota Bandung. 

aporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pada penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB SMA) 2019 di Kota Bandung ditemukan sejumlah indikasi penyimpangan pemalsuan Kartu Keluarga (KK).

Dari temuan itu, satu per satu pun terungkap dan telah diverifikasi hingga sebagiannya lagi didiskualifikasi.

Sanksi diskualifikasi pelanggaran PPDB SMA 2019 itu dijatuhkan setelah Dinas Pendidikan Jawa Barat menerjunkan tim investigasi, Disdukcapil dan Satpol PP.

Tak sampai di sana, satu yang menjadi sorotan kali ini adalah pendaftar menggunakan KK bermasalah atau KK bodong itu di antaranya adalah oknum dosen Unpad.

Hal itu diketahui setelah Tribun Jabar menerima keterangan dan melakukan konfirmasi kepada pihak SMAN 5 Bandung, beberapa waktu lalu.

Ratusan calon peserta didik baru SMA dan SMK Negeri di Jawa Tengah mulai Senin, 24 Juni 2019 mulai melakukan pendaftaran di beberapa sekolah menengah atas seperti seperti yang terlihat di SMA N 6 Semarang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Jumeri menekankan pengambilan token sekaligus verifikasi kelengkapan dokumen untuk calon siswa SMA mulai dibuka. Sementara, untuk SMK juga masih terus berjalan. Mereka bisa datang ke sekolah negeri mana pun atau yang terdekat untuk mengambil token. Selain itu untuk seleksi PPDB di Jawa Tengah tetap mengacu pada tiga jalur, yakni jalut prestasi, perpindahan orang tua, dan zonasi. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Ratusan calon peserta didik baru SMA dan SMK Negeri di Jawa Tengah mulai Senin, 24 Juni 2019 mulai melakukan pendaftaran di beberapa sekolah menengah atas seperti seperti yang terlihat di SMA N 6 Semarang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Jumeri menekankan pengambilan token sekaligus verifikasi kelengkapan dokumen untuk calon siswa SMA mulai dibuka. Sementara, untuk SMK juga masih terus berjalan. Mereka bisa datang ke sekolah negeri mana pun atau yang terdekat untuk mengambil token. Selain itu untuk seleksi PPDB di Jawa Tengah tetap mengacu pada tiga jalur, yakni jalut prestasi, perpindahan orang tua, dan zonasi. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (Tribun Jateng /Hermawan Handaka)

Adapun saat Tribun Jabar mengkonfirmasi kepada Humas kampus Unpad, Syauqy, bahwa pendaftar KK bodong PPDB di SMA 5 Bandung dilakukan oknum dosen Unpad, pihaknya baru tahu berita tersebut.

"Kami baru tahu, Kami perlu mengkonfirmasi dulu perihal kebenarannya," ujar Humas Unpad, Syauqy, kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Jumat (5/7/2019).

Humas Unpad itu mengatakan pihaknya harus menunggu dan mengkonfirmasi terlebih dahulu mengenai kebenaran tersebut.

Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Kota Bandung, Senin (17/6/2019).
Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Kota Bandung, Senin (17/6/2019). (Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari)

Jika memang terbukti adanya pelanggaran dilakukan salah satu dosen Unpad, dikatakan Syauqy, maka penegakan hukum pada yang bersangkutan akan dihormati oleh Unpad.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas