Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Papua

Polda Jatim Bantah Masih Tahan 43 Mahasiswa Papua di Polrestabes Surabaya

Polda Jatim membantah kabar yang menyebutkan ada 43 mahasiwa Papua yang masih ditahan pihak Polrestabes Surabaya atas dugaan pembuangan bendera.

Polda Jatim Bantah Masih Tahan 43 Mahasiswa Papua di Polrestabes Surabaya
Surya/Mohammad Romadoni
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera. Surya/Mohammad Romadoni 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Polda Jatim membantah kabar yang menyebutkan ada 43 mahasiwa Papua yang masih ditahan pihak Polrestabes Surabaya atas dugaan pembuangan bendera merah putih.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menegaskan, informasi yang menyebut 43 mahasiswa Papua di Surabaya masih ditahan adalah kabar tidak benar.

"Kami tegaskan tidak ada penahanan, tidak ada penangkapan," ujarnya pada awak media di lorong RS Bhayangkara, Surabaya, Senin (19/8/2019).

Kendati memang diakuinya ada insiden yang terjadi di Asrama Papua di Jalan Kalasan Surabaya, pada Jumat (16/8/2019) pekan lalu.

Suasana di sekitar asrama mahasiswa Papua di Jl Kalasan Surabaya, Jumat (16/8/2019). Sebanyak 43 mahasiswa Papua yang sempat diperiksa di Polrestabes Surabaya terkait dugaan perobekan Bendera Merah Putih kini telah dipulangkan ke Asrama di Jl Kalasan
Suasana di sekitar asrama mahasiswa Papua di Jl Kalasan Surabaya, Jumat (16/8/2019). Sebanyak 43 mahasiswa Papua yang sempat diperiksa di Polrestabes Surabaya terkait dugaan perobekan Bendera Merah Putih kini telah dipulangkan ke Asrama di Jl Kalasan (surabaya.tribunnews.com/willy abraham)

Namun Barung menegaskan, insiden tersebut sudah mereda dan 43 mahasiswa Papua yang sempat dibawa ke Makopolrestabes Surabaya hanya dimintai keterangan, telah dipulangkan, Minggu (18/8/2019) kemarin.

"Yang ada hanya kami mengamankan 43 mahasiswa Papua tersebut," katanya.

Lagi pula, ungkap Barung, upaya Polrestabes Surabaya membawa 43 mahasiswa Papua itu ke Makopolrestabes Surabaya juga dimaksudkan agar terhindar dari amukan beberapa kelompok masyarakat dan organisasi kepemudaan (OKP).

Baca: Update Kerusuhan di Manokwari Papua Barat, Ada Provokasi Media Sosial hingga Pernyataan Polda Jatim

Baca: Desainer Kondang dari Bali Ni Luh Djelantik Kaget Namanya Diprediksi Masuk Bursa Menteri Jokowi

Baca: Gedung Tertinggi di Dunia Tampilkan LED Bendera Merah Putih Untuk Peringati 17 Agustus HUT RI

"Kalau tidak kami amankan, akibatnya justru terjadi antara masyarakat bentrok dengan mahasiswa," jelasnya.

Barung menambahkan, beberapa organisasi masyarakat dan OKP yang meradang hingga berusaha merangsek masuk ke Asrama Mahasiswa Papua, di Jalan Kalasan, Tambaksari, Surabaya, gara-gara tersulut emosi setelah beredar kabar adanya insiden pembuangan bendera.

Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019). (ISTIMEWA)

Namun belakangan seiring berlangsungnya proses penyelidikan polisi atas dugaan tersebut, ternyata insiden pembuangan bendera yang dituduhkan pada pihak mahasiswa Papua, hanya isapan jempol semata.

Karena tak ditemukan bukti-bukti spesifik yang menguatkan ataupun membenarkan dugaan tersebut.

"Tidak ada tindak pidana yang sampai sekarang kami temukan," kata Barung menegaskan.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Masih Tahan 43 Mahasiwa di Mako Polrestabes Surabaya, Polda Jatim Sebut Itu Kabar Tidak Benar

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Surya
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas