Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Banjir Rob di Karawang Bercampur Tumpahan Minyak, Warga Mengeluh Pusing Gatal dan Susah Dibersihkan

Selama dua hari, banjir rob bercampur tumpahan minyak masuk ke rumah-rumah warga di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Banjir Rob di Karawang Bercampur Tumpahan Minyak, Warga Mengeluh Pusing Gatal dan Susah Dibersihkan
KOMPAS.com/FARIDA FARHAN
Banjir rob air laut dan oil spill di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (31/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG- Selama dua hari, banjir rob bercampur tumpahan minyak masuk ke rumah-rumah warga di Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Diketahui, tumpahan minyak berasal dari kebocoran minyak mentah dari sumur lepas pantai YY-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ).

Akibat banjir rob bercampur tumpahan minyak itu, sejumlah warga mengeluhkan pusing dan gatal.

"Jam 20.00 malam, banjir rob datang, dan minyak ( oil spill) masuk. Ini (dapur) penuh dengan minyak," kata Serin (65) kepada Kompas.com, Sabtu (31/8/2019).

Serin bersama anaknya kemudian membersihkan oil spill yang masuk ke rumah mereka menggunakan alat seadanya, seperti centong dan cangkul.

Kemudian, minyak mentah itu dimasukkan ke dalam karung. Akibat banjir rob yang membawa ceceran minyak mentah itu, sudah dua malam ia terpaksa berjaga.

"Kami bersihkan dari jam 23.00 malam sampai pagi, enggak tidur. Kalau enggak dibersihkan nanti enggak bisa buat kue. Sehari-hari saya jualan kue," kata Serin.

Ia berharap tumpahan minyak cepat berhenti, agar ia tak menyusahkan warga. Sebab, selain sulit dibersihkan, ia juga mengaku kerap merasa pusing akibat bau minyak mentah itu. Belum lagi gatal-gatal jika kulit terkena oil spill.

"Sudah dua kali berobat ke posko kesehatan. Di kasih obat, tapi pusing kembali. Kemudian saya berobat ke dokter di Rengasdengklok," kata Serin.

Kebocoran minyak mentah dari sumur lepas pantai YY-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ) diperkirakan baru bisa dihentikan akhir September atau awal Oktober 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang Wawan Setiawan, setelah dirinya bertemu pihak PHE ONWJ, pada Jumat (30/8/2019).

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas