Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus Jasad Bayi dalam Ember di Bali, Mahasiswi Sumpal Mulut Anaknya Pakai Celana Dalam

Penemuan jasad bayi di dalam ember sebuah rumah kontrakan menggegerkan warga Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Kasus Jasad Bayi dalam Ember di Bali, Mahasiswi Sumpal Mulut Anaknya Pakai Celana Dalam
Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, GIANYAR - Penemuan jasad bayi di dalam ember sebuah rumah kontrakan menggegerkan warga Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Pelaku diduga ibunya yang masih berstatus mahasiswi sekolah pariwisata.

Dikutip dari TribunBali.com, Polsek Sukawati memastikan ibu korban, LGW (19), sengaja membunuh bayinya.

Mulut bayi laki-laki itu langsung dibekap menggunakan celana dalam pelaku ketika dilahirkan di kamar mandi.

Kanit Reskrim Polsek Sukawati, Iptu Gusti Ngurah Jaya Winangun mengatakan pihaknya sudah meminta keterangan dari LGW.

Dari pengakuan wanita asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, ini terungkap bahwa si bayi malang langsung dibekap begitu lahir.

“Bayi itu dibunuh oleh ibunya, caranya dengan membekap mulutnya menggunakan celana dalamnya dia. Begitu lahir dibekap,” ungkap Iptu Winangun, Minggu (1/9/2019).

Rekomendasi Untuk Anda

Kata Winangun, langkah keji yang dilakukan LGW dikarenakan, dirinya tak ingin ada pihak keluarga yang tahu dia telah melahirkan.

Terlebih lagi secara biologis, ayah dari bayi tersebut tidak diketahui.

Kasus pembunuhan bayi di Bali kembali terjadi. Gadis berkulit putih ini diduga tega menghabisi bayi seberat 3 kg yang baru dilahirkannya di Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar.
Kasus pembunuhan bayi di Bali kembali terjadi. Gadis berkulit putih ini diduga tega menghabisi bayi seberat 3 kg yang baru dilahirkannya di Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar. (TribunBali/Dokumentasi Kepolisian)

Sebab ketika melahirkan tersebut, mahasiswi sekolah pariwisata ini telah putus dengan pacarnya.

Winangun mengatakan, pihaknya telah mengantongi identitas mantan pacar pelaku.

Namun belum bisa dibuktikan anak yang tewas tersebut adalah hasil hubungan dengan mantannya ini.

“Pacarnya, sudah kita tahu. Tapi saat melahirkan itu, mereka sudah putus. Terkait apakah dia menghabisi anaknya karena pacarnya ini tak mau tanggung jawab, kita belum sampai ke situ. Sebab belum tentu dia yang menghamili, untuk membuktikannya, perlu tes DNA,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, bayi laki-laki dengan berat 3 kg itu ditemukan sudah tak bernyawa di rumah kontrakan LGW, Jumat (30/8) pukul 12.30 Wita.

Bayi ini ditemukan di dalam ember, dengan mulut tersumpal kain hitam. Badannya yang masih tertempel ari-ari, juga dibungkus kain hitam.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas