Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prada DP Menangis saat Divonis Penjara Seumur Hidup, Ibu Korban Ingin Pelaku Mati

Sidang vonis pembunuhan Vera Oktaria dengan terdakwa Prada Deri Pramana (Prada DP) digelar hari ini, Kamis (26/9/2019)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Daryono
zoom-in Prada DP Menangis saat Divonis Penjara Seumur Hidup, Ibu Korban Ingin Pelaku Mati
TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA DWI ANGGRAINI
Prada DP tampak lebih tenang saat hadir dalam sidang perkara pembunuhan terhadap Vera Oktaria, Kamis (5/9/2019). 

Prada DP Menangis saat Dipecat dan Divonis Penjara Seumur Hidup, Ibu Korban Ingin Pelaku Mati

TRIBUNNEWS.COM - Sidang vonis pembunuhan Vera Oktaria dengan terdakwa Prada Deri Pramana (Prada DP) digelar hari ini, Kamis (26/9/2019).

Persidangan vonis ini, seakan menjadi bab terakhir kasus pembunuhan dan mutilasi Vera Oktaria yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri, Prada DP.

Seperti yang diketahui, Vera Oktaria dibunuh dan dimutilasi oleh Prada DP pada 10 Mei 2019 lalu di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Usai membunuh Vera Oktaria, Prada DP menjadi buronan polisi dan TNI karena kabur.

Namun pelariannya berhasil dihendus aparat, Prada DP ditangkap di Serang, Banten, pada 13 Juni 2019.

Baca: 17 Poin Petunjuk Pengungkapan Pembunuhan Sadis Vera Oktaria Semua Mengarah ke Prada DP

Berbagai fakta seputar kasus pembunuhan yang dilakukan Prada DP pun perlahan-lahan mulai terungkap.

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga akhirnya pada Kamis (26/9/2019) ini, Prada DP menjalani sidang vonis yang menentukan nasibnya kedepan.

Mengutip Kompas.com, Prada DP terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Vera.

Hal ini membuat dirinya kini divonis hukuman penjara seumur hidup.

"Menimbang bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pidana sebagai mana diatur dalam pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana."

"Menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup," kata Ketua Hakim Letkol CHK Khazim, saat membacakan putusan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Milier I-04 Palembang, Kamis (26/9/2019) seperti dikutip Kompas.com.

Prada DP juga dipecat dari satuan TNI karena telah melakukan pelanggaran berat dan mencoreng nama baik instansi.

"Pidana tambahan terdakwa dipecat dari satuannya," ujar Khazim.

Setelah membacakan tuntutan, Prada DP melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan hakim.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas