Prostitusi Online di Tasikmalaya, Murcikari Tak Hanya Sediakan Wanita Lajang dengan Tarif Segini
Prostitusi Online di Tasikmalaya, Murcikari Tak Hanya Sediakan Wanita Lajang dengan Tarif Segini
Penulis: Anugerah Tesa Aulia
Editor: Whiesa Daniswara
Kemudian TS juga mengakui jika tak hanya perempuan lanjang yang ia tawarkan.
Dalam bisnis ini TS juga menawarkan wanita janda bahkan ibu rumah tangga.
"Perempuan yang ditawarkan tak hanya perempuan lajang atau janda, tapi TS mengaku juga ada dari ibu rumah tangga," ujar AKBP Dony Eka Putra.
Akibat perbuatannya tersebut, TS dijerat pasal 296 juncto 506 KUHPidana hingga mendapat ancaman paling lama satu tahun empat bulan.
Baca: Gempa di Ambon Hari Ini Kamis Pagi, Kekuatan 6,8 SR Tak Berpotensi Tsunami, Warga Histeris & Panik
Baca: Ada 5 Ambulans Bawa Batu dan Bensin di Gardu Tol Dekat Lokasi Demo
Prostitusi Online di Karimun
Dikutip dari kompas.com, Sub Direktorat V PPA Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri terus melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap kasus prostitusi online di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Saat ini, 31 wanita yang sempat dijadikan pekerja seks komersial (PSK) oleh tersangka Awi dan Fahlen masih menjalani pemeriksaan.
Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Kombes Saptono Erlangga mengatakan, 31 wanita tersebut dimintai keterangannya sebagai saksi.
Namun, setelah diperiksa, 31 wanita tersebut akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing melalui Dinas Sosial Kabupaten Karimun.
"Kami akan lakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk pemulangan 31 wanita yang dijadikan PSK ini," kata Erlangga di Mapolda Kepri, Rabu (11/9/2019).
Meski demikian, 31 perempuan tersebut diberikan kesempatan memilih untuk tetap berada di Kepri.
Sebab dari 31 wanita tersebut, ada sebagian yang memiliki keluarga di Kepulauan Riau.
Untuk yang memilih tinggal bersama keluarganya di Kepri, nantinya akan diminta untuk bersaksi di pengadilan.
Sementara, untuk yang pulang ke kampung halaman, kemungkinan diwakilkan oleh saksi yang masih ada di Kepri.