Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fakta-fakta Polisi Tembak Kepala Istri sebelum Tembak Dirinya Sendiri di Sumut, Diduga karena Cekcok

Fakta-fakta Polisi Tembak Kepala Istri sebelum Tembak Dirinya Sendiri di Sumut, Diduga karena Cekcok

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Miftah
zoom-in Fakta-fakta Polisi Tembak Kepala Istri sebelum Tembak Dirinya Sendiri di Sumut, Diduga karena Cekcok
Facebook
Aiptu Pariadi dan istrinya, Fitri semasa hidup - Fakta-fakta Polisi Tembak Kelapa Istri sebelum Tembak Dirinya Sendiri di Sumut, Diduga karena Cekcok 

Fakta-fakta Polisi Tembak Kepala Istri sebelum Tembak Dirinya Sendiri di Sumut, Diduga karena Cekcok

TRIBUNNEWS.COM - Seorang anggota polisi asal Serdang Bedagai, Sumatera Utara, diduga menembak kepala istrinya hingga tewas sebelum akhirnya menembak dirinya sendiri pada Sabtu malam (5/10/2019).

Korban adalah Aiptu Pariadi Kepala Tim (Katim) I Satuan Reserse Narkoba dan istrinya, Fitri.

Percekcokan rumah tangga diduga melatarbelakangi kasus pembunuhan dan bunuh diri ini.

Berikut adalah fakta-fakta serta kronologi kejadian Aiptu Pariadi tembak istrinya hingga tewas sebelum bunuh diri, seperti yang dihimpun dari Tribun-Medan.com.

Foto pasangan suami istri Aiptu Pariadi dan istrinya, Fitri saat masih hidup
Foto pasangan suami istri Aiptu Pariadi dan istrinya, Fitri saat masih hidup (Facebook)

1. Keterangan Ayah Pariadi

Ayah Pariadi, Paelan sempat menceritakan bagaimana awal mula dirinya mengetahui kalau anak dan menantunya itu tewas kepada polisi.

Rekomendasi Untuk Anda

Disebutnya saat itu cucunya datang ke rumahnya yang memang berdekatan.

Baca: Aiptu Pariadi dan Istrinya Tak Saling Berkomunikasi Sebelum Ditemukan Tewas dengan Luka Tembakan

"Dibilang anaknya (anak Pariadi) kek lihat bapak...kek lihat bapak sama mamak, gitu. Aku sudah tidur sebenarnya tadi di rumah. Kalau yang besar sedang di luar," kata Paelan pada polisi.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu mengatakan kejadian penembakan terjadi pada Sabtu, (5/10/2019) sekira pukul 23.00 WIB.

Saat kejadian ada empat orang di dalam rumah.

Selain dua pasangan suami istri itu juga ada dua anaknya yang tertidur.

"Jadi keduanya tewas dengan luka tembak di kepala. Anak korban ini ada 3 sebenarnya tapi yang di rumah ada dua orang, yang satu lagi sedang di luar rumah. Ini kita bawa ke Sultan Sulaiman untuk otopsi," kata Juliarman.

Informasi yang beredar penembakan lebih dahulu dilakukan Pariadi kepada istrinya yang sedang duduk di ruang TV.

Setelah itu baru kemudian Pariadi menembakkan senjata api ke kepalanya sendiri.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas