Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Warga, 2 Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Kerap Berenang dan Pacu Sampan Malam Hari

"Sekitar tiga bulan yang lalu saya masih melihat dua orang itu berenang di sungai," kata seorang warga

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cerita Warga, 2 Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Kerap Berenang dan Pacu Sampan Malam Hari
Istimewa
Densus 88 Antiteror Polri bersama Tim Gegana Polda Lampung menggeledah sebuah rumah kos-kosan di Bandar Lampung, Senin, 21 Oktober 2019. Terlihat garis polisi sudah dipasang melingkari rumah kos-kosan tersebut. 

TRIBUNNEWS,COM, PEKANBARU - Tim Detasemen Khusus (Densus 88) antiteror Mabes Polri mengamankan dua dari enam terduga teroris di Kabupaten Kampar, Riau.

Menurut kesaksian warga, keduanya sering berenang di Sungai Kampar Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

Baca: 6 Orang Terduga Teroris Ditangkap di Tiga Kota Wilayah Jabar, Polisi Sebut Terafiliasi ISIS

"Sekitar tiga bulan yang lalu saya masih melihat dua orang itu berenang di sungai," kata seorang warga Kadindin kepada Kompas.com, Selasa (12/11/2019).

Dia pun sempat heran ada orang yang nekad berenang di sungai yang kedalamannya sekitar 20 meter dan lebar sekitar 200 meter.

"Jarang sekali warga di sini menyeberang sungai dengan berenang. Tapi kalau yang dua ( terduga teroris) itu sudah sering," ujar Kadindin.

Selain berenang pada siang, sambung dia, kedua terduga pelaku juga sering berenang di malam hari.

Bahkan, Kadindin juga pernah melihat kedua terduga pelaku pacu sampan di Sungai Kampar.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dulu ada saya lihat mereka berdua pacu sampan. Mungkin pinjam sampan warga," sebutnya.

Menurutnya, aksi kedua terduga pelaku itu sedang melakukan latihan.

Karena, kata dia, warga setempat sangat jarang melakukan kegiatan seperti itu.

"Mungkin mereka latihan. Kan aneh juga berenang malam hari, pacu sampan berdua. Warga sini tidak yang ada yang seperti itu," sebut Kadindin.

Ilustrasi densus 88.
Ilustrasi densus 88. (PERSDA NETWORK/BINA HARNANSA)

Dia mengaku tidak mengenal dua lelaki terduga teroris tersebut.

Selain jarang keluar rumah, terduga pelaku juga kurang bergaul dengan warga sekitar.

Kedua terduga pelaku itu, kata Kadindin, merupakan teman dari terduga teroris berinisial WN, yang merupakan warga asli Desa Kuapan.

"Dulu WN yang bawa dua orang itu ke kampung ini. Kata warga sini itu orang dari Aceh dan Lombok," tuturnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas