Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fakta Baru Istri Bomber Bom Polrestabes Medan Lebih Dulu Terpapar Radikalisme

Karo Penmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan melakukan aksinya sendiri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fathul Amanah
zoom-in Fakta Baru Istri Bomber Bom Polrestabes Medan Lebih Dulu Terpapar Radikalisme
Istimewa
Keseharian Rabbial Pelaku Bom Diri di Medan Diungkap Teman Kecil, Sudah DO Sejak Kelas 1 SMK. RMN, pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019). 

"I atau TS ini adalah seorang napiter yang saat ini sedang menjalani proses hukuman di lapas perempuan kelas 2 Medan," terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan berencana akan melakukan serangan atau aksi terorisme di Bali.

"Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan dan saat ini sedang didalami untuk jejak digital yang ada di media sosial, pemeriksaan tersebut menyebutkan bahwa yang bersangkutan berencana akan melakukan serangan atau aksi terorisme di wilayah Bali," jelas Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Jubir BIN: Pelaku Orang Baru di Dunia Teror

Juru Bicara (Jubir) Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto angkat bicara terkait dengan bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).

Wawan Purwanto menyampaikan hal tersebut saat menghadiri wawancara di acara Metro Hari Ini, Rabu (13/11/2019). 

Menurut Wawan, pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan adalah pendatang baru dalam dunia teror.

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui pelaku berinisial RMN, berusia 24 tahun.

"Data memang belum ada ya, newcomer dia pendatang baru ya di dunia ini, di dunia teror ya," jelas Wawan Purwanto dalam tayangan yang diunggah YouTube metrotvnews, Rabu (13/11/2019).

Wawan menjelaskan dilihat dari polanya, pelaku bom bunuh diri Polrestabes Medan menggunakan pola Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Kemudian kalau dari polanya, pola yang dimainkan pola JAD ya, pola yang afiliasinya ke ISIS," terang Wawan Purwanto.

Menurut Wawan, kemungkinan pelaku terpapar radikalisme dari media sosial.

Pihaknya masih menggali sampai sejauh mana keterpaparan radikalisme pelaku yang merupakan pendatang baru.

Karena sebelumnya tidak ada catatan dari DPO terkait pelaku.

Terkait dengan sasaran bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Wawan Purwanto menuturkan jika rata-rata orang yang terpapar radikalisme menganggap aparat keamanan sebagai thogut.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas