Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Polda NTT Bantah Anggotanya Disandera Terkait Kasus Konflik Tanah di Flores Timur

"Tidak ada penyanderaan polisi dan istri dan juga tidak ada tukar menukar sandera," kata Johannes

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Polda NTT Bantah Anggotanya Disandera Terkait Kasus Konflik Tanah di Flores Timur
huffpost.com
Ilustrasi penyekapan. 

TRIBUNNEWS.COM, FLORES TIMUR - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) membantah adanya penyanderaan yang dilakukan warga Kampung Suku Tukan, Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timurterhadap seorang anggota Polsek Wulangitang, Bripka Damianus Hera dan istrinya.

Bantahan itu disampaikan Kabid Humas Polda NTT AKBP Johannes Bangun, kepada Kompas.com, Kamis (21/11/2019).

Baca: Kasus Konflik Tanah di Flores Timur, Polisi dan Istrinya Disandera, Rumah Dibakar, 7 Orang Ditangkap

Bripka Damianus Hera dan istrinya dikabarkan disandera warga pada Selasa (19/11/2019) lalu.

"Tidak ada penyanderaan polisi dan istri dan juga tidak ada tukar menukar sandera," kata Johannes.

Menurut Johannes, Bripka Damianus Hera juga merupakan warga Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang.

Johannes menjelaskan, awalnya terjadi aksi unjuk rasa yang dilakukan warga.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat itu, Bripka Damianus menghantar istrinya kerja. Saat melintas di depan pengunjuk rasa, Bripka Damianus lalu menghampiri mereka yang mayoritas sudah kenal karena Damianus bertugas sebagai anggota polsek.

Setelah itu, Damianus kemudian mengantar istrinya dan kembali lagi berbaur dengan masyarakat.

"Jadi tidak benar berita yang beredar kalau Bripka Damianus dan istrinya disandera warga," tegas Johannes.

Kronologi kejadian Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Kampung Suku Tukan, Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, NTT, menyandera seorang anggota Polsek Wulangitang, Bripka Damianus Hera dan istrinya, Selasa (19/11/2019).

Aksi sandera yang dilakukan warga itu terjadi saat Bripka Damianus Hera hendak mengantar istrinya mengajar di SD Wolorona.

Aksi penyanderaan itu dipicu karena adanya penangkapan salah seorang warga Suku Tukan, Josep Masan, oleh polisi.

Josep Masan ditangkap karena telah menganiaya anggota polisi di Polsek Wulangitang.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, sebelum melakukan penyanderaan, warga Kampung Suku Tukan menggelar aksi dengan membawa parang, tombak, serta anak panah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas