Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Saat Omri Terkena Setrum Saat Pasang Penangkis Petir, Teman-Temanya Malah Kabur

Istri korban ini yang lari ke sana ke mari berteriak kalau suaminya sudah mati di atas tiang sambil tunjuk ke arah tiang tempat tubuh suaminya tewas

Saat Omri Terkena Setrum Saat Pasang Penangkis Petir, Teman-Temanya Malah Kabur
net
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, SOE -- Omri Nomleni warga Desa Hane, Kecamatan Noebeba tewas akibat  tersengat listrik, Sabtu (14/12/2019) sekitar pukul 14.00 WITA.

Bahkan, tubuh Omri Tewas tergantung di atas tiang listrik.

Saat korban tersengat listrik, teman-teman korban yang sama-sama mengerjakan alat Penangkis listrik justru Kabir meninggalkan korban dengan posisi tergantung di atas tiang listrik.

Istri korban, Veronika Isu yang melihat langsung kejadian tersebut langsung berteriak histeris melihat tubuh sang suami sudah tergantung pada tiang listrik dengan tali pengaman masih terikat pada pinggangnya.

Veronika yang tak kuasa melihat kondisi sang suami berusaha mencari pertolongan dengan berlari ke arah perumahan warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, tepatnya di dusun Toiayo, Desa Teas, Kecamatan Noebeba.

Warga Desa Teas pun langsung berdatangan ke lokasi untuk melihat kondisi korban namun warga tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuh korban berada di atas tiang listrik.

Istri korban ini yang lari ke sana ke mari berteriak kalau suaminya sudah mati di atas tiang sambil tunjuk ke arah tiang tempat tubuh suaminya tergantung tak bernyawa.

"Kami datang hanya bisa lihat dan kasih tenang istrinya karena dia shock sekali kakak," ujar seorang wanita yang berusaha menenangkan sang istri yang masih terus menangis.

Simon Isu, ayah mantu korban yang ditemui pos kupang.com di lokasi kejadian mengaku, Sabtu pagi masih sempat bertemu dengan korban di dekat lokasi kejadian.

Saat itu, korban dan beberapa temannya diketahui sedang memang alat penangkis petir di atas tiang listrik.

"Sabtu pagi saya lewat mereka ada kerja Listrik. Saya lewat masih tegur mereka," ujarnya.

Ia mengaku sangat kecewa dengan teman-teman korban yang langsung kabur usai korban terkena sengatan listrik.

Dirinya sangat sakit hati melihat kondisi tubuh anak mantunya yang tergantung hampir tiga jam tak bernyawa di atas tiang listrik.

"Dia punya teman ini kurang ajar sekali. Kenapa mereka tidak bantu korban, tapi justru kabur saat korban kena strum. Apa yang mereka lakukan ini sungguh sangat biadab," keluh Simon.

Hingga pukul 17.00 WITA, jenazah korban masih tergantung di atas tiang listrik. Tim dari Polres TTS dan PLN ULP Soe juga baru tiba di lokasi sekitar pukul 17. 00 WITA untuk menurunkan jenazah korban dari atas tiang listrik. (Pos Kupang.Com/Dion Kota)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Pos Kupang
  Loading comments...

Baca Juga

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas