Mantri yang Sunat Bocah SD Hingga Alat Kelaminnya Terpotong di Lampung Ditangkap
SA diduga melanggar pasal 83 jo pasal 64 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
Editor: Eko Sutriyanto

WM pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), Bandar Lampung.
Dokter spesialis urologi RSUAM menegaskan alat Kelamin korban terpotong.
WM pun kembali dirujuk ke RS Bumi Waras, Bandar Lampung.
“Tepatnya pada tanggal 11-16 September 2019, korban mendapatkan tindakan medis di RS Bumi Waras dan dipastikan alat kelaminnya terpotong,” beber Made Silpa Yudiawan.
Barang bukti yang diamankan berupa resume RS Mitra Husada Pringsewu pascatrauma penis post sirkumsisi, resume medis RS Bumi Waras tentang diagnosis amputasi glans penis post sirkumsisi, dan bukti perawatan pasien.
Orangtua lapor polisi
Sebelumnya diberitakan, seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun asal Lampung Barat mengalami nasib nahas.
Di mana, Alat Kelamin Siswa SD tersebut terpotong.
Diduga, Alat Kelamin bocah laki-laki itu terpotong saat Sunat.
Baca: Pelajar di Solo Pamer Alat Kelamin di Depan Wanita, Ini Dampak Kecanduan Film Porno bagi Remaja
Baca: Bocah 6 Tahun Lari Ketakutan Sambil Teriak Bak Bacok Mak, Ibunya Tewas di Tangan Sang Ayah
Orangtua korban kemudian melaporkan kasus dugaan malapraktik tersebut ke Polres Lampung Barat, Senin (30/9/2019).
Kepala SPKT Polres Lampung Barat, Elianto membenarkan adanya laporan tersebut.
"Benar, ada laporan terkait dugaan malapraktik," kata Elianto, Senin (30/9/2019).
"Untuk saat ini, kita masih menyelidiki, untuk tindak lanjut akan kita serahkan kepada satreskrim," lanjutnya.
Korban merupakan bocah laki-laki Siswa SD berinisial WM.