Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sebarkan Hoaks Wiranto Dalang Rusuh Papua, Hanafi Divonis Penjara 1 Tahun 3 Bulan

Hanafi telah terbukti melakukan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik mantan Menkopolhukam Wiranto, lewat akun Facebook terdakwa.

Sebarkan Hoaks Wiranto Dalang Rusuh Papua, Hanafi Divonis Penjara 1 Tahun 3 Bulan
Alif Alqadri Harahap/Tribun Medan
M Hanafi (mengenakan baju koko) mendengarkan vonis yang dibacakan hakim PN Medan, Jumat (28/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Muhammad Hanafi (22), warga Jalan Karya Gg Maruto, Kota Medan, divonis selama 15 bulan penjara oleh majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik di PN Medan, Jumat (28/2/2020).

Hanafi telah terbukti melakukan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik mantan Menkopolhukam Wiranto, lewat akun Facebook terdakwa.

"Mengadili, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman kepada Muhammad Hanafi dengan pidana satu tahun tiga bulan, dimana telah terbukti tanpa hak mendistribusikan berita bohong," kata Hakim di ruang Cakra VI Pengadilan Negeri Medan, Jumat (28/2/2020).

Hanafi dijerat pidana dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (3) UU No 19 Tahun 2016 perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Vonis itu lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lince Rosmini yang menuntut Muhammad Hanafi dengan 2 tahun penjara.

Sebelumnya, Hanafi berdalih sengaja menyebarkan hoaks itu lantaran tidak ingin Papua lepas dari Indonesia.

Baca: Erix Soekamti Menikah Lagi, Sang Istri Pertama Unggah Foto Keseruan Liburan, Ucapkan Selamat Datang

Baca: Dua Pelatih Eks-Arema Adu Racikan Saat Persebaya Vs Persik, Gethuk: Bajul Ijo Bukan Tim Main-main

Baca: Politikus PKB Minta Pemerintah Sosialisasikan Penghentian Sementara Umrah

Ia menyebut isu politik ketika itu cukup kuat, sehingga khawatir Papua akan lepas dari Indonesia.

"Karena isu politik saya takut Papua lepas pak, Papua memiliki banyak kekayaan," ujarnya terbatah-batah.

Di hadapan hakim, Hanafi menyatakan menyesali perbuatannya. Ia menyatakan tak bermaksud untuk menyebarkan berita bohong.

Sebelumnya, Hanafi didakwa telah melanggar UU ITE.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas