Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Jelang Tegal ''Local Lockdown'' Pada 30 Maret 2020, Wali Kota Imbau Perantau Tak Pulang Kampung

gelombang mudik lebih awal sudah terasa. Untuk itu ia mengimbau agar warga Tegal yang merantau untuk tidak mudik ke kampung halaman

Editor: Sanusi
zoom-in Jelang Tegal ''Local Lockdown'' Pada 30 Maret 2020, Wali Kota Imbau Perantau Tak Pulang Kampung
Desta Leila Kartika/Tribun Jateng
Petugas Dishub Kabupaten Tegal, sedang mengecek bus yang baru saja datang dari Jakarta. Kegiatan ini berlangsung di Terminal Slawi, Kabupaten Tegal, Kamis (26/3/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Dedy Yon Supriyono memutuskan menutup askes masuk ke Tegal selama empat bulan. Penutupan dilakukan sejak Senin, 30 Maret 2020 hingga Jumat, 30 Juli 2020.

Keputusan tersebut diambil setelah satu warga Tegal dinyatakan positif virus corona pada Rabu (25/3/2020).

Dengan temuan tersebut, Kota Tegal sudah masuk zona merah darurat corona.

Penutupan akses masuk dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di Kota Tegal.

"Warga harus bisa memahami kebijakan yang saya ambil. Kalau saya bisa memilih, lebih baik saya dibenci warga daripada maut menjemput mereka," kata Dedy di Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020) malam.

Imbau perantau tak pulang kampung

Dedy Yon Supriyono mengatakan gelombang mudik lebih awal sudah terasa. Untuk itu ia mengimbau agar warga Tegal yang merantau untuk tidak mudik ke kampung halaman saat lebaran.

BERITA TERKAIT

"Saya mengimbau kepada warga Kota Tegal yang merantau di Jakarta, Lebaran tahun ini saya mohon jangan pulang. Sayangi kampung halaman, sayangi warga di kampung halaman," kata Dedy Yon di Balai Kota Tegal, Jumat (27/3/2020) malam.

"Banyak warga di Jawa yang merantau ke Jakarta. Sudah mulai ada yang mudik dari akhir-akhir ini. Di sisi lain, angka kasus di Jakarta cukup tinggi, 50 persen dari kasus nasional ada di Jakarta," kata Dedy.

Untuk warga yang terpaksa pulang kampung, Dedy meminta untuk melapor ke perangkat daetah setempat serta menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

"Siapapun orang asing atau orang yang baru datang dari luar berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Kita akan pantau terus sampai 14 hari," kata Dedy.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jelang Tegal "Local Lockdown" Pada 30 Maret 2020, Rencana 4 Bulan Isolasi Wilayah"

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas