Merasa Dianaktirikan, Ratusan Napi Narkoba di Manado Mengamuk
Ratusan napi kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara
Editor:
Hendra Gunawan
Namun, para napi itu menolak negosiasi di tempat tersebut dan minta kapolres masuk ke dalam lapas.
Narapidana mengamuk saat Benny menolak permintaan itu.
"Lempar..! Serbu..!" teriak narapidana dari dalam lapas. Alhasil, kerusuhan lanjutan terjadi dengan aksi yang lebih brutal.
Tak hanya berteriak, mereka juga melempari kaca dengan batu.
Api juga terlihat menyaladi beberapa bagian gedung Narapidana di dalam lapas kembali membakar sejumlah barang di dalam gedung.
Polisi juga sempat meminta para narapidana kooperatif.
"Tolong Anda di dalam kooperatif, dimohon yang di dalam agar bisa berkomunikasi dengan baik," kata polisi melalui mobil pengeras suara.
Namun imbauan tak digubris oleh para napi perusuh.
Karena situasi sudah tidak terkendali, sebanyak 2.000 personel gabungan kepolisian, TNI dan lapas diterjunkan untuk menangani kerusuhan. Mobil anti huru-hara kepolisian juga dikerahkan.
Sempat terdengar suara tembakan dari dalam lapas dan sejumlah napi dibawa ambulans menuju rumah sakit.
Mobil pemadam kebakaran masuk dan berupaya memadamkan kobaran api.
Beberapa jam kemudian, situasi di dalam lapas berhasil dikendalikan.
Kerusuhan ini mengakibatkan sejumlah bangunan di Lapas Tuminng terbakar.
Kaca-kacasejumlah bangunan juga pecah lantaran dilempari batu.Informasi sementara, tidak ada korban jiwa dan narapidana yang melarikan diri dari kejadian itu.
Namun, sejumlah bangunan lapas terbakar dan kaca-kaca bangunan pecah karena dilempari batu oleh para napi yang mengamuk.
Selain itu, sejumlah napi mengalami luka-lula dilarikan ke rumah sakitPihak kepolisian juga mengamankan 22 orang napi yang diduga sebagai provokator kerusuhan.