Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gempa di Aceh

Analisa BMKG Tentang Gempa 4,8 SR di Aceh, Sejak 2004 Sepi, Sesar Aceh Kini Perlu Diwaspadai

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, hasil monitoring BMKG hingga pukul 6.40 WIB sudah tercatat delapan kali aktivitas gempa.

Analisa BMKG Tentang Gempa 4,8 SR di Aceh, Sejak 2004 Sepi, Sesar Aceh Kini Perlu Diwaspadai
Tribun Timur
Ilustrasi gempa Sumba Timur, NTT, Selasa (2/10/2018) hari ini. 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH BESAR – Provinsi Aceh baru saja diguncang Gempa bumi dengan kekuatan 4,2 Skala Richter (SR).

Gempa mengguncang Kota Banda Aceh, Aceh Besar, dan Kota Sabang, Propinsi Aceh, Kamis (4/6/2020) pukul 05.27 WIB.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, hasil monitoring BMKG hingga pukul 6.40 WIB sudah tercatat delapan kali aktivitas gempa.

Pernyataan Daryono ini dikutip Raditya Jati Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam rilisnya diterima Tribunnews.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dala rilisnya yang diterima Tribunnews.com, 8 kali guncangan rinciannya adalah,

Pertama dua gempa pembuka atau gempa pendahuluan (foreshocks).

Selanjutnya gempa utama (mainshock) dan kemudian serangkaian lima gempa susulan (aftershocks).

Menurut Daryono, segmen sesar Aceh adalah salah satu segmen sesar aktif sehingga dapat terjadi akumulasi tegangan (stress) kulit bumi di bagian Utara Sesar Besar Sumatra.

Baca: BREAKING NEWS, Gempa Guncang Aceh 4,8 SR, BMKG Catat 8 Kali Guncangan, 1 Rumah Dikabarkan Rusak

Baca: Aceh Diguncang Gempa M 4,8 Kamis 4 Juni, BMKG: Timbulkan Kerusakan di Sabang, Tak Berpotensi Tsunami

“Setelah Gempa Aceh 2004 tampak di zona segmen Sesar Aceh ini aktivitas gempanya relatif sepi dari gempa signifikan,” demikian keterangan Daryono dalam pesan digital pada Kamis (4/6/2020).

Ia juga mengatakan bahwa kondisi semacam ini dapat disebut sebagai “seismic gap” yaitu zona sepi gempa meski sesarnya aktif.

Halaman
123
Penulis: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas