Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gara-gara Pandemi Corona, Terapis di Tangsel Banyak yang ''Open BO'', Ini Penjelasan Satpol PP

Satpol PP Tangsel mendapati banyaknya terapis yang menjadi pekerja seks komersial (PSK) lewat open BO.

Gara-gara Pandemi Corona, Terapis di Tangsel Banyak yang ''Open BO'', Ini Penjelasan Satpol PP
net
ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNNEWS.COM, SERPONG - Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat sejumlah kota termasuk Tangerang Selatan (Tangsel) melarang gerai pijat dan spa beroperasi.

Namun, tutupnya gerai tersebut tak lantas menghilangkan kebutuhan pelanggannya untuk pijat dan dan kebutuhan para terapisnya mencari uang.

Fenomena tersebut membuat para terapis menjajakan diri lewat "open BO" (booking out).

Istilah yang kerap digunakan untuk terapis yang bisa dibawa keluar pelanggannya berkencan di rumah atau hotel.

Satpol PP Tangsel mendapati banyaknya terapis yang menjadi pekerja seks komersial (PSK) lewat open BO.

Sebulan belakangan, setidaknya sudah tiga kali Satpol PP merazia PSK di sejumlah hotel.

Terakhir, pasukan berseragam krem itu mengamankan tiga terapis yang open BO menjadi PSK saat merazia hotel di bilangan Rawa Buntu, Serpong, pada Kamis malam (25/6/2020).

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel, Muksin Al Fachry, mengatakan, selain PSK, didapati juga pasangan selingkuh sedang satu kamar di hotel itu.

"Yang dibawa ke kantor dari Hotel Kinari, Hotel RedDooorz dan Hotel OYO di Rawa Buntu. Ada 22 orang semalam. Pasangan selingkuh, pasangan mesum. Delapan pasang selingkuh terus ada tiga cewek jualan gitu. Iya pada bawa kondom, BO mereka, booking booking booking," papar Muksin saat dihubungi TribunJakarta.com, Jumat (26/6/2020).

Halaman
12
Editor: Sanusi
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas