Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polisi Amankan Ribuan Uang Palsu Rp 100 Ribu dan Rp 50 ribuan

Pada awalnya NR hendak bertransaksi uang palsu dengan A di rumah rekannya di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Kamis (25/6/2020)

Polisi Amankan Ribuan Uang Palsu Rp 100 Ribu dan Rp 50 ribuan
Tribun Jateng/Muh Radlis
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jogja Victor Mahrizal

TRIBUNNEWS.COM, KLATEN  – Polres Klaten membongkar sindikat pembuat dan pengedar uang palsu yang nilainya cukup fantastis yakni senilai Rp 500 juta.

Ketiganya yakni NR (45) warga Pandeglang, TH (52) warga Muarobungo, dan AH (50) warga Sukabumi. 

Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu mengungkapkan kasus ini terbongkar setelah adanya laporan dari masyarakat yang merasa curiga adanya peredaran uang palsu

Pada awalnya NR hendak bertransaksi uang palsu dengan A di rumah rekannya di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Kamis (25/6/2020) .

Polisi kemudian langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap pelaku.

“Petugas menyita uang palsu 1701 lembar terdiri 179 lembar upal seratus ribu, dan 1522 lembar upal lima puluhan ribu, dalam transaksi tersebut uang palsu dihargai dengan perbandingan 1:3, dimana setiap 1 juta uang asli dibelikan upal senilai 3 juta,” kata Kapolres, Senin (29/6/2020).

Dari penangkapan NR di Jatinom, polisi mengembangkan kasus tersebut dengan menangkap 2 tersangka lain di Salatiga.

Di tempat ini petugas menemukan uang palsu senilai total 5894 lembar serta mengamankan alat cetak upal lengkap.

“Total Upal yang berhasil diamankan dari penangkapan di Jatinom dan Salatiga berjumlah 7595 lembar dengan nilai Rp. 465.700.000,-. Turut disita pula barang bukti peralatan untuk mencetak upal berupa, laptop, printer, alat sablon, kertas, mesin penghitung, penggaris, cat semprot, plastik cetakan, lampu neon, aluminium foil, dan sepeda motor yang digunakan pelaku,” ujar Kapolres.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Ardyansah Rithas Hasibuan menambahkan atas perbuatannya tersebut ketiga tersangka dijerat dengan, Pasal 36 ayat (1), (2) Jo pasal 26 ayat (2) UURI Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman 10 tahun penjara.

“Kami masih terus mengembangkan kasus ini untuk menemukan tersangka lain, karena sindikat pembuat dan pengedar upal, kemungkinan mempunyai jaringan luas untuk mengedarkan," ujarnya.(Tribunjogja/Victor Mahrizal)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Polres Klaten Ungkap Sindikat Pembuat Upal Senilai Setengah Miliar

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jogja
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas