Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Teror Pesanan Fiktif di Jungsemi Kendal, dari Pisang hingga Batu Bata, Sasarannya Perempuan

Dasuki Kepala Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kendal, berharap kepolisian bisa mengusut tuntas teror pesanan fiktif yang menimpa warganya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Miftah
zoom-in Teror Pesanan Fiktif di Jungsemi Kendal, dari Pisang hingga Batu Bata, Sasarannya Perempuan
Istimewa
Pesanan pisang kepok satu pikap dari Wonosobo yang diorder pemesan mengaku warga Jungsemi, Kendal 

TRIBUNNEWS.COM- Dasuki Kepala Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kendal, berharap kepolisian bisa mengusut tuntas teror pesanan fiktif yang menimpa warganya.

Permintaan itu disampaikannya menanggapi viral penipuan pesanan pisang yang melibatkan nama desanya.

Seorang pedagang hasil bumi asal Wonosobo terkena prank orderan pisang kepok dan pisang ambon satu pikap.

Tak main-main, total harga pisang-pisang tersebut mencapai 9 juta-10 jutaan.

Ternyata penipuan ini bukan kali pertama terjadi.

Dasuki mengatakan, teror berupa pesanan fiktif di desanya sudah berlangsung dua tahun terakhir.

Warga yang dituju adalah seorang perempuan dalam satu keluarga.

Rekomendasi Untuk Anda

"Korban tidak merasa memesan barang namun barang-barang berdatangan."

Baca: VIRAL Ibu Lahirkan Bayi tanpa Merasakan Kehamilan, Kemungkinan Alami Cryptic Pregnancy

Baca: VIRAL Video Nenek Diduga Dipaksa Berjualan, Tak Diberi Makan dan Minum, Anak Memantau dari Kejauhan

Pesanan pisang kepok satu pikap dari Wonosobo yang diorder pemesan mengaku warga Jungsemi, Kendal
Pesanan pisang kepok satu pikap dari Wonosobo yang diorder pemesan mengaku warga Jungsemi, Kendal (Istimewa)

"Tidak tahu siapa yang berulah," terangnya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (18/7/2020),

Bukan hanya pisang satu pikap, ada beberapa barang lain semisal batu bata, lemari, perabot rumah, dan kelapa.

Mayoritas pengirimnya berasal dari luar daerah.

Padahal yang bersangkutan tidak merasa memesan barang tersebut.

Namun alamat yang diberikan kepada pedagang ini merupakan lokasi rumah perempuan tersebut.

"Yang saya heran mereka datang dari luar daerah, jauh-jauh."

"Kadang memesan lewat media sosial dengan mengatasnamakan warga kami, terkadang lewat Whatsapp," paparnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas