Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Penyulingan Minyak Ilegal di Dumai, Polda Riau Dalami Peran Korporasi

Terlebih, dari empat tersangka yang ditangkap, satu orang inisial AM merupakan karyawan PT AU

Kasus Penyulingan Minyak Ilegal di Dumai, Polda Riau Dalami Peran Korporasi
Dok. Humas Polda Riau
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menyambangi lokasi penyulingan minyak mentah yang disuling menjadi solar dan bensin di Jalan Mataram Kelurahan Bukit Kayu Kapur Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - ‎Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau terus mengembangkan kasus penyulingan minyak ilegal di Dumai.

Kali ini, penyidik membidik peran korporasi PT Arthindo Utama atau AU (kontraktor PT. Chevron Pacific).

Baca: Polda Riau Bongkar Sindikat Penyulingan Minyak Ilegal di Dumai

Terlebih, dari empat tersangka yang ditangkap, satu orang inisial AM merupakan karyawan PT AU.

"Penyidik sedang mendalami peran dari korporasi (PT AU). Karena pengangkutan minyak sampai ke lokasi penyulingan itu menggunakan truk milik korporasi tersebut," tutur Kapolda Riau Irjen Agung Setya dalam keterangannya, Rabu (22/7/2020).

Agus Setya melanjutkan truk yang digunakan untuk mengangkut sudah dipasang GPS oleh pihak perusahaan.

"Artinya kan truk ini terpantau kemanapun jalurnya. Ini sedang kami dalami," ‎ungkap jenderal bintang dua itu.

Selanjutnya ‎dari 46 ton minyak hasil curian yang telah‎ diidentifikasi.

Ditemukan kadar minyak yang berbeda, penyidik meyakini ada pelaku lain yang harus dijerat.

Ada minyak yang lebih kotor karena tercampur air dan lumpur bahkan kandungan minyak mentahnya sangat ‎sedikit.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas