Kabar Terbaru Dugaan Kasus Fetish Kain Jarik: Pelaku Resmi Di-Drop Out, Ini Penjelasan Pihak Unair
Pihak Universitas Airlangga (Unair) akhirnya memutuskan untuk drop out atau mengeluarkan mahasiswa berinisial G
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Whiesa Daniswara
TRIBUNNEWS.COM - Pihak Universitas Airlangga (Unair) akhirnya memutuskan untuk drop out atau mengeluarkan mahasiswa berinisial G, terduga pelaku pelecehan seksual fetish kain jarik.
Keputusan tersebut diambil oleh Unair setelah menggelar sidang kode etik.
Pihak kampus menganggap G melanggar etik mahasiswa, merugikan nama baik Unair dan melanggar norma hukum.
Sebelumnya Unair juga telah melakukan pertemuan dengan orang tua yang bersangkuatan untuk membahas dugaan kasus fetish kain jarik yang melibatkan anaknya.
Orang tua G menerima keputusan Unair mengeluarkan putranya dari kampus.
Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair, Suko Widodo mengatakan hasilnya Rektor memutuskan G dikeluarkan.
Baca: Kasus Pelecehan Fetish Kain Jarik, Keluarga Terduga Pelaku Minta Maaf, Ini Kata Unair Soal Sanksinya
"Akhirnya Pak Rektor memutuskan bersangkutan dikeluarkan atau di drop out sejak hari ini, dan keputusan itu berharap persoalan hukum yang menyakut bersangkutan diatasi oleh pihak berwenang."
"Sebelumnya kita juga sudah melakukan pelacakan dan pengumpulan informasi dan melakukan pertemuan dengan Dekan FIB dan keluarga yang bersangkutan."
"Pertemuan tersebut dilakukan secara daring karena keluarga berada di luar Kota Surabaya," ujar Suko dikutip dari siaran Sapa Indonesia Pagi, Kamis (6/8/2020).
Suko menambahkan, saat ini Unair telah membuka layanan help center terkait dugaan kasus pelecehan seksual fetish kain jarik.
Unair juga memberikan pendampingan kepada para korban dengan melibatkan tenaga para ahli.
"Saat ini ada tim help center memberikan pendampingan kepada mereka yang mengalami trauma psikis karena pernah berinteraksi dengan bersangkutan," beber Suko.
Berdasarkan laporan hingga saat ini, sudah ada sejumlah orang yang diduga korban G memberikan aduannya kepada pihak Unair.
Para korban tidak hanya dari Kota Surabaya, namun juga luar daerah, seperti Yogyakarta dan Bandung.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.