Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Fetish Kain Jarik

Pelaku Fetish Kain Jarik Ngaku Punya Kelainan Sejak Kecil, Tertarik saat Lihat Orang Terbungkus

Mahasiswa pelaku fetish kain jarik mengaku mengidap kelainan sejak kecil. Pelaku mengaku tertarik secara seksual saat melihat orang terbungkus.

Pelaku Fetish Kain Jarik Ngaku Punya Kelainan Sejak Kecil, Tertarik saat Lihat Orang Terbungkus
Kolase/IST/twitter/@yusril_kurzah dan @m_fikris
Gilang, Pelaku fetish kain jarik kini sedang dalam perjalanan ke Surabaya untuk dilakukan penyidikan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNNEWS.COM- Mahasiswa pelaku fetish kain jarik mengaku mengidap kelainan sejak kecil.

Pelaku mengaku tertarik secara seksual saat melihat orang terbungkus atau berselimut kain.

Orang tua pelaku mengetahui kelainan sang anak sejak kuliah.

Kapolrestabes Kapuas, AKBP Manang Soebeti mengungkapkan jika pelaku fetish kain jarik mengaku memang mengidap kelainan sejak kecil.

Diketahui, pelaku fetish kain jarik ditangkap pihak kepolisian di Kalimantan Tengah.

Keberadaan pelaku fetish kain jarik di Kalimantan Tengah sudah diketahui pada 2 Agustus 2020.

Baca: Pakar Sebut Ada 3 Masalah Harus Ditangani dari Gilang Fetish Kain Jarik, Termasuk Orientasi Seksual

Baca: Detik-detik Penangkapan Pelaku Fetish Kain Jarik di Kalimantan Tengah, Libatkan Dua Polda

Gilang pelaku fetish kain jarik ditangkap polisi
Gilang pelaku fetish kain jarik ditangkap polisi (ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM)

Pelaku pun diamankan tanpa perlawanan di rumah kerabatnya dan dibawa ke Mapolrestabes Kapuas pada tanggal 5 Agustus 2020 kemarin.

"Di Polres kita sempat interogasi yang bersangkutan," katanya, Jumat, (7/8/2020) saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Dari hasil interogasi itulah diketahui bahwa sejak kecil, pelaku memiliki ketertarikan secara seksual terhadap orang yang terbungkus atau berselimut kain.

"Memang dia sejak kecil merasa tertarik kalau ada orang yang dibungkus dan pakai selimut tertutup dari kepala sampai kaki," imbuhnya.

Sejak kuliah, lanjut Manang, pelaku mulai melakukan aksinya memperdaya atau mengarahkan teman-temannya membungkus diri sejak kuliah.

Ia ogah menjelaskan rinci soal itu karena Polres Kapuas hanya membantu mengamankan.

"Orang tuanya juga tahu perilakunya sejak kuliah," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul "Pengakuan Pelaku Fetish Kain Jarik Diungkap Polisi, Sebut Mengidap Kelainan Sejak Kecil"

Editor: Miftah
Sumber: Tribun Jatim
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas