Pelaku Pembunuh Bos Meubel Ngaku Diupah Rp 1 Juta, Pakai Kasur untuk Mengubur Jasad Korban
Seorang bos meubel menjadi korban pembunuhan 7 tahun lalu. Pelaku pembunuhan mengaku diupah Rp 1 juta.
Editor: Miftah
TRIBUNNEWS.COM- Seorang bos meubel menjadi korban pembunuhan 7 tahun lalu.
Pelaku pembunuhan mengaku diupah Rp 1 juta.
Pelaku mengaku saat itu mengubur korban menggunakan kasur.
Muslimin (37), pelaku pembunuhan Sidik Purwanto (61) yang jasadnya baru ditemukan tujuh tahun kemudian mengaku jika dirinya diupah oleh Amin (DPO) sebesar Rp 1 juta untuk menguburkan jenazah korban di pinggir sawah.
Muslimin menuturkan, saat itu ia menggali sekitar 1,5 meter untuk menguburkan jenazah korban bersama satu pelaku Yuliana yang telah tewas bunuh diri usai ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Pelalawan, Polda Riau.
"Saya kubur pakai kasur juga. Badannya korban itu besar, tapi tanahnya lembut, sehingga mudah menguburnya," kata Muslimin, saat berada di Polda Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2020).
Lokasi sekitar korban dikuburkan dulunya ada satu pondok yang sering digunakan untuk warga ke sawah.
Namun, karena kondisi termakan usia, pondok tersebut roboh sehingga menutupi lokasi korban dikuburkan.
"Warga tidak ada yang tahu kami menguburkan korban di situ. Saya hanya diupah Rp 1 juta," ujar dia.
Baca: Mengejutkan, Aksi Bunuh Diri Pria Ini Malah Menguak Kasus Pembunuhan Bos Meubel 7 Tahun Lalu
Baca: Mayat Pria Mengambang di Kali Ciliwung, Tangan Terikat Kabel, Diduga Korban Pembunuhan
Sementara itu, Dedy (42) putra korban mengatakan, sejak Sidik dinyatakan hilang, pihak keluarga masih tetap mencari keberadaan jenazahnya.
Empat orang pelaku yang lebih dulu ditangkap menurut Dedy tak mengetahui lokasi korban dikuburkan, sehingga saat itu pihak kepolisian mengalami kesulitan mencari tubuh Sidik.
"Mobil pikap yang diambil mereka juga sampai sekarang tidak ketemu. Kami harap polisi bisa menangkap satu pelaku lagi yang masih buron," kata Dedy.
Setelah ditemukan, tulang belulang Sidik rencananya akan dimakamkan secara layak di TPU Talang Pete Plaju, Palembang.
Diberitakan sebelumnya, unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan akhirnya berhasil menemukan lokasi dikuburkannya jasad Sidik Purwanto (60), bos meubel yang telah tewas dibunuh pada tujuh tahun lalu akibat menjadi korban perampokan.
Jenazah Sidik ditemukan setelah petugas menangkap pelaku Muslimin (37), selaku eksekutor yang menguburukan korban.
Dari hasil keterangan Muslimin, ternyata jenazah Sidik dikuburkan di pinggir sawah, dengan jarak satu kilometer dari rumah Yuliana (pelaku) di Kompleks RSUP Sungai Kundur, Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin 1, Banyuasin, Sumatera Selatan.
Saat dievakuasi, tubuh Sidik pun sudah dalam kondisi tinggal tulang belulang berbungkus karung yang telah rusak.
(Kontributor Palembang, Aji YK Putra)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengakuan Pelaku Pembunuhan Bos Meubel yang Jenazahnya Baru Ditemukan 7 Tahun: Saya Kubur Pakai Kasur"