Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sejumlah Warga Cianjur Laporkan Terima Bantuan Beras Plastik dari Pemerintah

Hal ini ditemukan di RT 02/07, Kampung Margaluyu, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Sejumlah Warga Cianjur Laporkan Terima Bantuan Beras Plastik dari Pemerintah
KOMPAS.com/Andri Donnal Putera
Foto ilustrasi. 

"Tapi, sampai saat ini saya belum menerima laporan dari lapangan," ujar Mutawali di Cianjur, kemarin.

Harus Didalami

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad, mengatakan belum mengetahui detail informasi soal penemuan beras sintetis yang tercampur dalam paket beras dari BPNT, di Desa Sukaratu ini. Informasi tersebut, ujarnya, harus didalami.

"Entah dari mana itu bantuannya," kata Daud kepada Tribun, saat dihubungi melalui telepon mengenai penemuan beras sintetis itu, Minggu (20/9).

Bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, ujarnya, telah diterima masyarakat melalui tahap satu dan dua pada Juli dan Agustus lalu.

"Adapun Bansos Pemprov Jabar tahap tiga, masih persiapan," katanya.

Pada pendistribusian bantuan sosial tahap dua yang rampung bulan lalu, kata Daud, bantuan disalurkan untuk 1.392.407 keluarga rumah tangga sasaran (KRTS).

Rekomendasi Untuk Anda

Dari jumlah tersebut, hanya 9.598 paket atau 0,6 persen yang gagal diserahkan.

Ini, menurut Daud, memperlihatkan bahwa pendataan yang mereka lakukan sudah lebih baik dan akurat.

Penjabat Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan masih menunggu hasil investigasi di lapangan terkait dugaan adanya butiran betas sintetis dalam karun berisi beras bantuan di wilayah Bojongpicung ini.

"Namun, kalau nanti ini ternyata benar, maka tentu akan saya tindaklanjuti. Ada tim tugas tingkat kecamatan yang akan bergerak," ujar Herman di Pendopo Kabupaten Cianjur, kemarin.

Delapan Keluarga

Dihubungi melalui telepon, Camat Bojongpicung, Ejen Zainal Mutaqin, mengatakan telah melakukan investigasi sementara ke e-warung dan menerima laporan dari pihak RT.

Ia mengatakan, sementara ada sekitar delapan keluarga penerima manfaat yang melapor menerima beras yang diduga tertercampur butiran beras sintetis.

"Saat ini kami akan melakukan investigasi dulu ya terkait laporan dari RT atau dari warga. Kami akan menindaklanjutinya langsung lapor ke Dinas Sosial," ujar Ejen.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas