Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Nelayan Lansia Ini Berada dalam Kotak Gabus dan Terombang Ambing di Lautan Selama 6 Hari

Video berdurasi 2 menit 70 detik itu memperlihatkan seorang pria tua yang terapung di tengah laut sendirian

Nelayan Lansia Ini Berada dalam Kotak Gabus dan Terombang Ambing di Lautan Selama  6 Hari
ist
Nelayan berusia lanjut di Kotabaru yang terombang ambing di lautan dalam gabus selama 6 hari 

Insiden ini sendiri terjadi di perairan Tako Bendera, Tanah Grogot, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (24/9/2020) sekitar pukul 15.00 WITA.

Dilansir dari Banjarmasin Post, nelayan itu bernama Hamade warga Desa Hilir Muara.

Hamade harus bertahan selama enam hari di datas box ikan dan tidak makan serta minum sama sekali.

Kejadian itu diceritakan Hamade, melalui hubungan telepon putranya Akhmad Boy (29) di Kotabaru.

"Tidak ada makan dan minum selama enam hari," jelas Hamade menjelaskan kepada putranya dengan berbahasa Bugis, Jumat (25/9/2020).

Hamade berangkat melaut dari rumah di Desa Hilir Muara, pada Kamis (17/9/2020) pukul 16.00 Wita.

Saat di perairan Tako Enceng sekitar 30 mil dari daratan Kotabaru, perahu korban mengalami kebocoran pada bagian belakang.

Ia pun berusaha memperbaiki dengan turun menceburkan diri ke laut.

Belum sempat memperbaiki, kapal korban tenggelam.

Baca: Kapal Ikan KM. Mitra XXI Tenggelam, Seluruh Kru Kapal Berhasil Dievakuasi Kapal Patroli KPLP

Beruntung, bersamaan kapal tenggelam, korban sempat mengambil bok ikan untuk dijadikan alat keselamatan (pelampung).

Hamade pun sempat putus asa dan mengira akan mati karena berada di tengah lautan sendiri.

Namun akhirnya ia berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang melintas.

Hamade sempat dibawa ke rumah kerabatnya yang berada di Kuala Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

"Alhamdulillah baik-baik saja keadaan saya," ujar Hamade kepada putranya.

Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan Syafruddin melalui Kasat Polair Iptu Koes Adi Dharma SSTPel, membenarkan adanya kejadian tersebut dan korban selamat.

Kondisi korban sehat dan berada di tempat keluarganya di Kuala Sambong, Kaltim.

Karena tak memiliki uang untuk pulang ke rumah, Koes pun membantu ongkos biaya makan korban selama dalam perjalanan.

"Sudah kita bantu ongkosnya," tandas Koes kepada banjarmasinpost.co.id, saat menemui anak korban di PPI Sungaiparing Kotabaru.

Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas