Diserang saat Sholat, Wanita Ini Mengalami Luka Serius di Kepala, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa
Seorang wanita mengalami luka serius di bagian kepala setelah mengalami penyerangan saat salat, Senin (5/10/2020).
Editor: Widyadewi Metta Adya Irani
TRIBUNNEWS.COM - Seorang wanita mengalami luka serius di bagian kepala setelah mengalami penyerangan saat salat di Musala Asodikin, Senin (5/10/2020).
Kejadian itupun menggegerkan warga Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Korban bernama Ruminah (54) tersebut mendapat pukulan benda keras saat dirinya sedang melaksanakan salat sunnah sebelum salat Subuh.
Akibat penyerangan tersebut, Ruminah mengalami luka serius di kepala dan mendapat beberapa jahitan.
Baca: 17 Pelaku Penyerangan di Pedan Klaten Ditetapkan Jadi Tersangka, 5 di Antaranya Masih di Bawah Umur
Saat Tribunjateng.com mencoba mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada Kepala Desa Lebeteng, Sukasmo, ia membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan bahwa pelaku ternyata memiliki gangguan jiwa.
Dikatakan, setelah kejadian korban langsung dibawa ke Puskesmas Tarub untuk mendapatkan penanganan tim medis.
Bahkan, menurut Sukasmo, kejadian pemukulan seperti ini sudah dua kali dalam beberapa waktu belakangan.
"Jadi korban ini sedang salat sunnah, lalu saat sujud langsung dipukul dari belakang.
Karena ada pembatasan antara shaf salat perempuan dan laki-laki, sehingga tidak ada saksi mata yang melihat.
Korban mengalami luka dibagian kepala, kalau tidak salah mendapat 5 atau 6 jahitan," jelas Sukasmo, saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (6/10/2020).
Baca: 5 FAKTA Penyerangan di Pedan Klaten, Dipicu Masalah Pribadi hingga Situasi Membuat Warga Ketakutan
Baca: Kakak Iparnya Dirayu dan Diminta Mijit, Pemuda Ini Aniaya Pria 58 Tahun Hingga Tak Sadarkan Diri
Dijelaskan, Pelaku yang diketahui bernama Muhammad (35) ini, merupakan warga Desa sekitar Musala dan mengalami gangguan jiwa.
Saat dicek kondisi rumahnya yang berada di depan Musala pun sangat memprihatinkan, karena banyak ditemukan bangkai-bangkai tikus yang menurut informasi dikonsumsi oleh pelaku.
Pelaku ini memang sudah dikenal memiliki gangguan jiwa, karena suatu saat pernah mengendarai becak sampai ke Jakarta.
"Kalau kejadian yang pertama, korban tidak sampai melapor ke polisi. Nah kalau yang kedua ini langsung ditangani oleh kepolisian.
Baca: Serang Polisi dengan Pisau saat Hendak Ditangkap, Pelaku Spesialis Curanmor Berakhir Ditembak Mati