Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Seorang Pemulung di Surabaya Remas Bokong dan Payudara Siswi SD, Polisi Bakal Cek Kejiwaannya

Terungkapnya aksi cabul Samsudin, setelah seorang korban terakhir, SPW berteriak usai payudaranya diremas olehnya.

Seorang Pemulung di Surabaya Remas Bokong dan Payudara Siswi SD, Polisi Bakal Cek Kejiwaannya
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi korban pencabulan 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pemulung di Surabaya melakukan tindakan pencabulan. Ia remas bokong dan payudara siswi sekolah dasar.

Nama pemulung itu Samsudin (63). Ia diketahui sebagai warga Surabaya.

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes terus mendalami kasus pencabulan kepada empat siswi SD (sekolah dasar) tersebut.

Mereka masing-masing adalah DA pelajar berusia 10 tahun, EA pelajar berusia 9 tahun, APW pelajar berusia 9 tahun dan SPW pelajar berusia 8 tahun.

Terungkapnya aksi cabul Samsudin, setelah seorang korban terakhir, SPW berteriak usai payudaranya diremas olehnya.

Baca juga: Bocah Perempuan Berusia 11 Tahun Jadi Korban Pencabulan Pemilik Sekolah

Baca juga: Tim Gabungan Kejagung Tangkap 2 Buronan Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

Baca juga: Gadis Berusia 12 Tahun di Samarinda Jadi Korban Pencabulan Ayah Tiri

Ironinya, aksi itu diketahui langsung oleh ibu korban, hingga membuat amarahnya menggebu.

Hasilnya, ibu korban melaporkan ke pihak kepolisian berikut para korban lainnya yang berani mengungkap kelakuan Samsudin.

ilustrasi pencabulan anak
ilustrasi pencabulan anak (poskotanews.com)

"Jadi tersangka ini memang sehari-hari keliling dari kampung ke kampung menggunakan sepeda angin. Beberapa hari terakhir, melihat anak-anak yang ada di depan gang, tersangka ini mulai melakukan aksinya secara bergantian dan berlainan hari," kata Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Fauzy Pratama, Jumat (13/11/2020).

Melihat gegalat tak biasa Samsudin, polisi berencana memeriksakan kondisi kejiwaannya ke psikiater.

Baca juga: Bocah Berusia 7 Tahun di Mamuju Jadi Korban Pencabulan Nelayan, Korban Diberi Uang Rp 2.000

Hal itu dilakukan, karena tersangka masih berkilah dengan alasan hanya bercanda ketika meremas payudara dan pantat para korbannya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas