Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Respons Keluarga Saat Lihat Pembunuh Ayu Carla: Dia Bukan Tuhan untuk Menyambut Nyawa Adik Ku

Keluarga Ayu Carla mendatangi Mapolres Pangkalpinang untuk melihat langsung wajah Abdullah Yahya yang sudah tega menghabisi wanita driver ojek online.

Respons Keluarga Saat Lihat Pembunuh Ayu Carla: Dia Bukan Tuhan untuk Menyambut Nyawa Adik Ku
Bangkapos.com/Yuranda
Ita (kiri) kakak dan Novi (kanan) adik Ayu merupakan korban pembunuhan di Penginapan Dewi Residence II di Jalan Sumedang, Kacangpedang, Pangkalpinang, hadir di Polres Pangkalpinang, Senin (23/11/2020) 

Sebelumnya pelaku sempat mengajak korban berjalan-jalan ke Pantai Pasir Padi dan kembali sore harinya.

Buang Dokumen Kependudukan

Pelaku Abdullah Yahya (32) sempat membuang dokumen kependudukan milik korban, dan memasukkan korban ke dalam karung.

Pelaku juga sempat ingin membuang mayat Ayu, melalui jendela.

Namun, karena pelaku tidak kuat akhirnya mayat tersebut dimasukkan ke dalam karung dengan harapan tidak dikenal dan tidak menimbulkan bau.

"Iya, Karena pada saat mayat ingin dibuang keluar, takut diketahui dan akhirnya korban dimasuk ke dalam karung dan meninggalkan mayat tersebut di lokasi kejadian," ujar Tris.

Pelaku Sempat Datang Ke Rumah Kerabatnya

Kapolres melanjutkan, setelah melakukan aksinya tersebut, Abdullah Yahya pelaku pembunuhan itu, sempat mendatangi kerabatnya di Sungailiat, Bangka.

Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan barang bukti berupa dompet dan KTP yang dimiliki oleh korban, dan melarikan diri di tempat tinggalnya di Kayuagung, menggunakan fasilitas laut, melalui jalur Muntok, Bangka Barat.

"Kami lakukan penindakan tegas dan terukur, guna melumpuhkan karena pelaku ini melakukan perlawanan dan ingin melarikan diri," ungkap Kasat Reskrim Polres Pangkapinang AKP Adi Putra.

Sementara, barang bukti berupa sepeda motor ditemukan di Tanjungbatu, Ogan Komering Ilir (OKI) Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Mayat Dalam Karung, Pembunuhnya Bernama Abdullah Yahya, Polisi Telah Mengepungnya di Sumsel

Sementara itu, pelaku bukan merupakan residivis pembunuh namun pelaku merupakan pemain narkoba.

"Pelaku bukan residivis pembunuh, tapi pelaku sudah biasa mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu dan dan judi online. Barang yang telah dijual handphone dan sepeda motor," ungkap Adi.

Imbau kepada masyarakat

Kapolres Pangkalpinang AKBP Tris Lesmana Zeviansyah mengimabu kepada masyarakat khususnya di Kota Pangkalpinang, agar berhati-hati, kepada orang yang belum dikenal.

Tris menegaskan, jangan mudah percaya kepada bujuk rayu, orang yang belum dikenal, apalagi melalui media sosial aplikasi komunikasi, seperti ini.

"Masyarakat mohon berhati-hati kepada orang yang belum dikenal secara jelas, jangan mudah percaya kepada bujuk rayu. Apalagi melalui jaringa komunikasi melalui aplikasi," imbau AKBP Tris Lesmana Zeviansyah.

Menurut Tris, bujuk rayu yang dikeluarkan oleh orang yang belum dikenal, akan menjadi dampak buruk terhadap diri sendiri, yang mungkin harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

"Kepada masyarakat harap berhati-hatin dan banyak korban yang diawali jalur komunikasi melalui aplikasi, seperti ini. Jadi tolong kepada masyarakat kita agar meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian," tegasnya.

Penulis: Yuranda

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Keluarga Korban Tidak Puas Dengan Ancaman Hukuman 15 Tahun untuk Pelaku, Nyawa Dibayar Nyawa

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas