Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Anggota FPI Karang Taliwang Mataram Sukarela Turunkan Baliho Rizieq Shihab yang Masih Terpasang

Anggota FPI di Karang Taliwang Cakranegara, Mataram secara sukarela menurunkan baliho Rizieq Shihab.

Anggota FPI Karang Taliwang Mataram Sukarela Turunkan Baliho Rizieq Shihab yang Masih Terpasang
Dok. Pendam IX/Udayana
Anggota FPI di Karang Taliwang Cakranegara, Mataram secara sukarela menurunkan baliho Rizieq Shihab. 

“Kami jajaran Korem sering melaksanakan kegiatan bersama baik di Masjid Karang Taliwang maupun di rumah warga, dengan berbagai kegiatan sosial dan lainnya guna mencipatakan situasi kondusif Desa Karang Taliwang. Karena Desa Karang Taliwang dulu sering terjadi perang antar kampung dan menjadi permasalahan utama di Lombok dan menjadi desa Binaan Prioritas Jajaran Korem 162/WB,” ungkapnya.

Danrem mampu meyakinkan warga bahwa Jajaran Korem 162/WB selalu hadir dan membantu kegiatan warga masyarakat Karang Taliwang.

Berkaitan dengan permasalahan pemasangan Baliho Rizieq Shihab di Desa Karang Taliwang, Danrem mengatakan dari Jajaran Korem 162/WB tetap melaksanakan musyawarah dan mufakat agar tidak ada upaya paksa atau bahkan terjadinya benturan dengan Masyarakat.

“Karena kami Prajurit TNI adalah Prajurit yang lahir dari Rakyat dan untuk Rakyat,” ungkapnya.

Lanjutnya, demi menjaga kondusifitas wilayah dan menjelang dilaksanakannya Pilkada Serentak, maka pihaknya menyarankan dengan kerendahan hati masyarakat Karang Taliwang berkenan untuk menurunkan secara Sukarela baliho atau banner Rizieq Shihab dan menyarankan diganti dengan baliho kegiatan rutin pengajian warga Karang Taliwang.

Alumni Akmil 1993 itu mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada para tokoh FPI dan masyarakat Karang Taliwang berkenan secara sukarela menurunkan baliho Rizieq Shihab.

Sementara itu, Ketua FPI NTB H. Makmun Moerad mengapresiasi upaya Danrem 162/WB atas kedatangannya untuk bersilaturrahmi dengan tokoh FPI dan Masyarakat Karang Taliwang.

“Bapak Danrem datang dengan baik maka apa yang menjadi keputusan akan kami laksanakan dan kami akan patuh dengan hukum,” jelasnya.

Terkait kejadian penurunan Baliho, pihaknya menyebut bahwa hal tersebut terjadi karena tidak adanya komunikasi yang baik sejak awal.

"Seperti yang dilakukan oleh Bapak Danrem 162/WB serta jajarannya malam ini dengan silaturahmi sekaligus musyawarah mufakat. Seandainya baliho di pinggir jalan tidak diperbolehkan maka kami izin akan memasang baliho di Masjid," terangnya.

Halaman
123
Editor: Miftah
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas