Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Teroris Bunuh Sekeluarga di Sigi

Analisis Pengamat Teroris: Motif MIT Lakukan Pembunuhan Keji di Sigi Ingin Buktikan Eksistensinya

Pengamat teroris Ridwan Habib menyebut motif MIT lakukan pembunuhan keji di Sigi karena ingin buktikan eksistensinya.

Analisis Pengamat Teroris: Motif MIT Lakukan Pembunuhan Keji di Sigi Ingin Buktikan Eksistensinya
KOMPAS/RENY SRI AYU
Ilustrasi - Suasana penjagaan yang dilakukan anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah saat terjadi penyergapan teroris di sebuah rumah di Desa Kalora Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso, Rabu (31/10/2012). Pengamat teroris Ridwan Habib menyebut motif MIT lakukan pembunuhan keji di Sigi karena ingin buktikan eksistensinya. 

Namun setelah Santoso tewas, jaringan teroris pro ISIS di Indonesia tidak lagi diberikan bantuan.

Ilustrasi - Suasana penjagaan yang dilakukan anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah saat terjadi penyergapan teroris di sebuah rumah di Desa Kalora Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso, Rabu (31/10/2012).
Ilustrasi - Suasana penjagaan yang dilakukan anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah saat terjadi penyergapan teroris di sebuah rumah di Desa Kalora Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso, Rabu (31/10/2012). (KOMPAS/RENY SRI AYU)

"Setelah Santoso tewas tampaknya jaringan pro ISIS di Indonesia tidak lagi memberikan logistik, personil, maupun bantuan ke dalam hutan itu," katanya.

Di sisi lain, Ridwan juga mengingatkan kepada aparat keamanan untuk mengantisipasi kejadian serupa di tempat lain.

Pasalnya, bisa saja aksi pembunuhan keji itu hanya sebuah taktik dari mereka untuk mengalihkan fokus aparat.

Baca juga: Bamsoet Minta Densus 88 Anti Teror dan TNI Segera Tangkap Pelaku Teror di Sigi 

Baca juga: Warga Belum Berani Kembali ke Rumah Pascapembunuhan Satu Keluarga di Sigi

"Yang harus kita waspadai jangan sampai ini menjadi taktik dari JAD atau ISIS Indonesia."

"Sehingga konsentrasi aparat keamanan seolah-olah teralih semua ke Sulawesi Tengah."

"Padahal JAD ada di seluruh Indonesia, bisa saja pada momentum Hari Natal dan tahun baru pada Desember mereka melakukan serangan," kata Ridwan.

Diketahui, bertahun-tahun lamanya Operasi Tinombala digelar untuk menangkap anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur ( MIT).

Baca juga: Soal Teror di Sigi, PKS: Hilangkan Satu Nyawa Tanpa Sebab, Sama dengan Membunuh Semua Manusia

Baca juga: Teror Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi, Presiden Jokowi: Masyarakat Tetap Tenang dan Jaga Persatuan

Awalnya, pada 2016, operasi gabungan antara TNI- Polri itu digelar untuk meringkus kelompok MIT yang dipimpin Santoso.

Operasi itu membuahkan hasil karena Santoso tewas dalam baku tembak dengan aparat pada Juli 2016.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas