Tribun

Alirkan Air Layak Minum, Masyarakat Desa Compang Ndejing Bangun Pompa Air Tenaga Surya

Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, menjadi satu di antara daerah di Kabupaten Manggarai Timur, selama ini kesulitan memperoleh air bersih.

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Editor: Willem Jonata
zoom-in Alirkan Air Layak Minum, Masyarakat Desa Compang Ndejing Bangun Pompa Air Tenaga Surya
HandOut/Istimewa
Proses pemasangan pompa air tenaga surya dilakukan oleh tenaga ahli dari Sanspower dibantu oleh warga Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasiolan Eko P Gultom

TRIBUNNEWS.COM - Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, menjadi satu di antara daerah di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur yang masih kesulitan mendapatkan air bersih layak minum dan irigasi.

Padahal, desa ini memiliki potensi sumber air yang besar.

Desa yang terdiri dari 538 KK dengan jumlah penduduk 2338 jiwa ini mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani.

Diapit oleh sungai Wae Laku yang mengalir di sebelah timur dan sungai Wae Musur yang mengalir di sebelah selatan, desa ini memungkinkan untuk memproduksi sumber air bersih sendiri.

Hanya, kedua sungai tersebut mengalir di dataran rendah. Sementara, perkampungan dan lahan potensial pertanian berada di atas dataran tinggi, dengan beda ketinggian 50-100 meter di atas permukaan sungai.

Baca juga: Viral Video Rombongan Gubernur NTT Pukul dan Tendangi Orang di Jaksel hingga Jadi Tontonan

Lokasi Desa Compang Ndejing berada sekitar 3-5 jam dari pusat Kota Manggarai Timur atau Ruteng. Akses menuju desa ini tidak bisa dibilang mudah.

Meski sudah dialiri listrik, desa ini sering mengalami pemadaman dan tidak terjangkau akses sinyal telekomunikasi. Upaya dari pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur perpipaan untuk kebutuhan air gravitasi sudah dilakukan.

Bahkan, Yayasan Gugah Nurani Indonesia (YGNI) yang merupakan yayasan non-profit setempat, membantu proyek air bersih.

Baca juga: Membawa Anak, Pria asal Aceh Tengah Tersesat hingga di NTT, Diduga Depresi

Namun, tetap tak memenuhi kebutuhan air layak minum dan masih banyak lahan yang kering. Untuk mendapatkan air layak minum, warga Desa Compang Ndejing harus berjalan sekitar 1 Km  menaiki dan menuruni bukit.

Warga sangat kesulitan mendapatkan air minum saat kemarau tiba. Bahkan mereka terpaksa membeli air seharga Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu untuk 1000 liternya.

"Sebenarnya ada akses PDAM untuk beberapa warga yang mampu mengadakan air dari PDAM. Namun tetap saja pelayanannya tidak maksimal. Air hanya mengalir dua kali dalam seminggu dan debitnya juga terbatas. Ada pompa juga dari pemerintah Provinsi NTT, tapi masih belum memenuhi kebutuhan warga desa," tutur Ahmad Jabur, Kades Compang Ndejing.

Untuk mengakhiri kesulitan ini, dibantu oleh YGNI, akhirnya masyarakat desa berinisiatif membangun Sistem Pompa Air Tenaga Surya untuk mendapat air layak minum.

Sistem ini dirancang sedemikian rupa sehingga air yang dihasilkan dapat langsung diminum. Dipilih sungai Wae Musur karena airnya dinilai lebih bersih dari pada sungai Wae Laku.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas