Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keluarga Korban Covid-19 di Sumedang Pertanyakan Penanganan, Ada Kejanggalan Swab dan Penguburan

Penanganan Covid-19 di Sumedang dipertanyakan, setelah ada pasien meninggal dan penanganannya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Keluarga Korban Covid-19 di Sumedang Pertanyakan Penanganan, Ada Kejanggalan Swab dan Penguburan
RSUD Sumedang
Petugas pemulasara jenazah Covid-19 Sumedang makamkan pasien konfirmasi inisial yang meninggal akibat Covid-19, Senin (8/9/2020) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG - Penanganan Covid-19 di Sumedang dipertanyakan, setelah ada pasien meninggal dan penanganannya diduga tidak memenuhi prosedur pemakaman pasien Covid-19.

Keluarga salah satu pasien meninggal dunia akibat virus corona atau Covid-19 berinisial ILR (52) mempertanyakan kejelasan.

Pasien perempuan ini meninggal dunia positif covid-19 di RSUD Sumedang pada Kamis (7/1/2021) sekitar pukul 03.30 WIB.

ILR meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Sumedang selama 8 hari atau sejak 31 Desember 2020.

Baca juga: MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Halal, BPOM Masuki Tahap Akhir Evaluasi

Saat meninggal ILR dinyatakan positif Covid-19, padahal sebelumnya pihak keluarga tidak menerima informasi dari pihak rumah sakit bahwa ILR positif Covid-19.

Riki Riswandi (34), anak ILR, menceritakan sejumlah kejanggalan pemakaman ibunya tersebut.

1. Hasil tes swab lama dan berbeda

Rekomendasi Untuk Anda

"Pada 3 Januari kami menerima informasi dari pihak rumah sakit akan dilakukan swab test. Tapi, hingga ibu meninggal, kami tidak menerima hasilnya," ujar Riki kepada Kompas.com di Sumedang kota, Jumat (8/1/2021).

Riki menuturkan, hasil tes swab baru diberikan pihak rumah sakit setelah pasien meninggal dan pihak keluarga memaksa meminta hasil tersebut.

Baca juga: Bersama Menkes dan Menteri BUMN, KPK Bahas soal Pengawasan Proses Vaksinasi Covid-19

"Itu pun dikirimkan melalui WhatsApp," tutur Riki.

Riki menyebutkan, kejanggalan juga terlihat pada tanggal dikeluarkannya hasil swab test tersebut.

Pihak RS mengatakan hasil swab keluar 4 Januari.

"Tapi, saat kami konfirmasi pihak RSUD malah memperlihatkan hasil swab test dengan tanggal yang berbeda dan format yang berbeda juga," sebut Riki.

2. Proses pemakaman tak sesuai prosedur

Riki mengatakan, kejanggalan lainnya terlihay saat pemakaman sang ibu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas