Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penipu Ulung Akhirnya Diringkus, Kerap Mengaku Sebagai Advokat, Hakim Tipikor dan Wali Kota

Polres Karanganyar menangkap DAW (51) penipu ulung yang mengaku sebagai advokat, hakim Tipikor, wali kota beraksi di Pulau Jawa dan Kalimantan.

Penipu Ulung Akhirnya Diringkus, Kerap Mengaku Sebagai Advokat, Hakim Tipikor dan Wali Kota
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Gelar kasus penipuan di Mapolres Karanganyar, Jumat (22/1/2021). Dalam kasus penipuan itu, tersangka menyaru sebagai advokat untuk tipu para korbannya. 

TRIBUNNEWS.COM, KARANGANYAR - Polres Karanganyar, Polda Jawa Tengah menangkap seorang penipu ulung inisial DAW (51) atau BBH.

Terakhir tersangka mengaku sebagai advokat dan pejabat untuk menipu korban, HL (56).

Kejadian berawal saat HL sedang mengalami kendala dalam pengurusan izin peternakan babi di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar.

Baca juga: Rem Blong, Truk Berisi Minuman Isotonik Terguling di Tawangmangu, Muatan Sempat Dijarah 

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono menyampaikan, semula korban menceritakan keluhannya terkait izin peternakan babi kepada pelaku.

Seperti adanya penutupan akses jalan ke usaha peternakan dan itu telah dilaporkan ke Polres Karanganyar pada awal November 2019. 

Bermula dari itu, pelaku lantas menawarkan diri dapat mengurus perizinan dan memberikan syarat kepada korban harus membayar uang Rp 26 juta.

Untuk dapat menyakinkan korban, pelaku mengaku sebagai advokat. 

"Kami telah menangkap seseorang yang diduga melakukan penipuan terhadap kliennya, berupa pengurusan izin kandang babi. Klien tersebut telah menyerahkan uang Rp 26 juta, tapi tidak digunakan sebagaimana mestinya. Pelaku mengaku sebagai pengacara," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Geger Anak dan Induk Ular Kobra Ditemukan di Bawah Lantai Rumah Warga di Karanganyar

Namun setelah uang diberikan oleh korban kepada pelaku secara bertahap dengan nominal berbeda, pengurusan izin peternakan babi tidak kunjung terealisasi.

Berdasarkan keterangan dari DPMPTSP Kabupaten Karanganyar, tidak ada pengajuan perizinan atas nama korban.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Theresia Felisiani
Sumber: Tribun Jateng
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas