Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Fakta Jenazah Diangkut Mobil Pikap: Tak Mampu Sewa Ambulans hingga Utang Biaya Perawatan Rp 17 Juta

Sebuah foto yang memperlihatkan jenazah diangkut dengan mobil pikap viral di media sosial.

Fakta Jenazah Diangkut Mobil Pikap: Tak Mampu Sewa Ambulans hingga Utang Biaya Perawatan Rp 17 Juta
TribunBali/Istimewa
Jenazah seorang pria bernama Gede Seni diangkut menggunakan mobil pikap lantaran keluarga tak mampu menyewa ambulans. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah foto yang memperlihatkan jenazah diangkut dengan mobil pikap viral di media sosial.

Diketahui, identitas jenazah tersebut yakni Gede Seni, warga kurang mampu asal Banjar Dinas Pasek, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali.

Keluarga terpaksa membawa jenazah Gede Seni menggunakan pikap lantaran tak punya biaya untuk menyewa ambulans.

Selain itu, keluarga juga masih memiliki utang perawatan di rumah sakit sebesar Rp 17 juta.

Baca juga: Tak Mampu Sewa Ambulans, Warga di Buleleng Bali Bawa Jenazah Keluarganya Pakai Mobil Pick Up

Berikut ini fakta-fakta yang dirangkum Tribun Bali terkait jenazah Gede Seni yang diangkut pikap:

1. Keluhkan batuk dan lemas

Ditemui di rumah duka, istri almarhum, Ketut Suryani (35) mengatakan, suaminya (Gede Seni, red) mulanya dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Buleleng, Bali, pada Minggu, 10 Januari 2021 dengan keluhan batuk dan lemas.

Setibanya di rumah sakit swasta tersebut, Gede Seni didiagnosis mengalami infeksi paru-paru.

Mengingat kondisinya kian melemah, pada Kamis, 14 Januari 2021 almarhum Gede Seni dirujuk ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

"Sakitnya ini dialami sejak almarhum berhenti merokok, sekitar tujuh bulan yang lalu, dia berhenti merokok karena baru punya anak. Takut anaknya kena asap rokok."

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Nanda Lusiana Saputri
Sumber: Tribun Bali
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas