Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Drama Menegangkan Baku Tembak Pria dengan Polisi Selama 2,5 Jam di Palembang, Berikut Kronologinya

Aksi baku tembak antara aparat kepolisian dengan pria bersenjata api di Kecamatan IB I, Palembang, Sumatera Selatan.

Drama Menegangkan Baku Tembak Pria dengan Polisi Selama 2,5 Jam di Palembang, Berikut Kronologinya
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi pelaku kejahatan. 

Serpihan kaca jendela yang pecah dan berbagai perabotan juga tergeletak di lantai.

Secara berangsur, tempat yang berantakan itu sudah mulai dirapikan pemilik kos.

"Dia (Doni) sempat tidak mau keluar sehingga polisi memaksa masuk. Kaca kamar sampai pecah, perabotan berantakan soalnya dia melawan," ujar Yulius.

Lanjutnya, penangkapan itu terjadi sejak pukul 22.00 dan baru berakhir sekira pukul 00.30 dini hari.

"Misalnya polisi tidak datang, mungkin orang itu sudah habis dihajar massa. Warga sudah benar-benar siap semalam mau menghajar dia," ujarnya.

Baca juga: Baku Tembak Antara Tersangka dan Polisi di Palembang Berlangsung Menegangkan

Baca juga: Sajadah Hijau Ditemukan Utuh, Milik YouTuber Faisal Rahman yang Seharusnya Tak Naik Sriwijaya Air

Doni, tersangka pemilik senjata api ilegal  di Kos Angker di Puncak Sekuning diamankan di Mapolrestabes Palembang, Jumat (29/1/2021).
Doni, tersangka pemilik senjata api ilegal di Kos Angker di Puncak Sekuning diamankan di Mapolrestabes Palembang, Jumat (29/1/2021). (TRIBUN SUMSEL/PAHMI RAMADAN)

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra mengungkap kronologi kejadian.

Baca juga: 18 Rumah di Palembang Terbakar Gara-gara Pria Pecandu Narkoba: Pelaku Kesal Tak Bisa Beli Sabu

Ia mengatakan peristiwa berawal saat pelaku ingin meminjam motor sesama penghuni kost di lokasi kejadian.

"Sambil meminjam sepeda motor, pelaku menunjukan senjata api revolver miliknya kepada korban," ujar Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra di dampingi Kasat Reskrim Kompol Edi Rahmat Mulyana, Jumat (29/1/2021).

Namun, pelaku tidak jadi meminjam sepeda motor korban dan hanya menyuruh korban membelikan nasi bungkus dengan memberi uang sebesar Rp 50 ribu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Adi Suhendi
Sumber: Tribun Sumsel
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas