Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Desa Balerante Klaten Tak Jadi Dipulangkan

Pembatalan izin warga pengungsi pulang ke rumahnya karena Merapi erupsi, Rabu (27/1/2021) siang, sekitar pukul 13.30 WIB.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Desa Balerante Klaten Tak Jadi Dipulangkan
TRIBUN JOGJA/SETYA KRISNA SUMARGA
Rentetan guguran lava dan luncuran awan panas Merapi terjadi sepanjang Rabu (27/1/2021) sejak dini hari hingga sekitar pukul 08.30 saat foto-foto ini dibuat di kawasan Sleman, DIY. Arah angin dari barat menyebabkan abu dari awan panas tertiup ke timur. Sebaran abu dilaporkan sampai di Deles, Klaten, Jateng. Rekaman peristiwa erupsi Merapi diabadikan Rabu pagi dari persawahan Dusun Trini, Trihanggo, Gamping, Sleman, berjarak sekitar 32 kilometer dari gunung berapi itu. TRIBUN JOGJA/SETYA KRISNA SUMARGA 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNNEWS.COM, KLATEN - Setelah sempat dijadwalkan akan dipulangkan ke rumahnya masing-masing, pengungsi di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten ternyata belum diizinkan untuk kembali.

Mereka diminta untuk mengungsi di tempat pengungsian yang disiapkan di Balai Desa Balerante.

Kepala Urursan Pemerintah Desa Balerante, Klaten, Jainu, mengatakan beberapa hari telah melakukan rapat koordinasi dengan BPBD Klaten.

"Dari hasil tersebut telah disimpulkan bahwa tanggal 29 Januari 2021 warga diizinkan pulang, tetapi hari ini kami batalkan," kata Jainu, Kamis (28/1/2021).

Jainu mengatakan pembatalan izin warga pengungsi pulang itu, karena Merapi erupsi, Rabu (27/1/2021) siang, sekitar pukul 13.30 WIB.

Selain itu pembatalan izin ini, juga untuk keselamatan warga yang berada di pengungsian.

Baca juga: Puncak Gunung Merapi Diguyur Hujan, Masyarakat Diminta Waspada Banjir Lahar Dingin

Baca juga: Gunung Merapi dan Gunung Raung Sama-sama Erupsi, Ini Penjelasan PVMBG

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena kondisi seperti ini kita tunda dulu, ini demi keselamatan warga," ucapnya.

Dia mengaku untuk kebutuhan logistik di pengungsian sejauh ini masih aman.

Ia memperkirakan kebutuhan logistik di pengungsian masih cukup untuk 2 bulan ke depan.

"Saya kira kesiapsiagaan kita tingkatkan, mengingat Merapi seperti ini," ujarnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Sip Anwar menghimbau, untuk masyarakat Klaten di KRB III untuk tetap berada di pengungsian.

Imbauan ini diharapkan dapat dilaksanakan warga hingga kondisi aktivitas Merapi menurun.

"Selain itu, kami juga berencana telah mengajukan perpanjangan masa tanggap darurat Gunung Merapi selama 2 minggu, hal ini sambil memantau perkembangan aktivitas Merapi," ucapnya.

Hilangkan Kejenuhan

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas