Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Maling di Solo Ini Berhasil Bawa Kabur Motor Scoopy, tapi Malah Tinggalkan Honda Vario dan KTP

Maling di Solo ini berhasil bawa kabur motor Scoopy. Namun ia malah meninggalkan sebuah sepeda motor Honda Vario dan KTP diduga milik pelaku.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Miftah
zoom-in Maling di Solo Ini Berhasil Bawa Kabur Motor Scoopy, tapi Malah Tinggalkan Honda Vario dan KTP
Screenshot
Dalam lingkaran diduga maling motor Honda Scoopy merah dan motor Vario yang ditinggalkannya di parkiran kantor jasa pengiriman Si Cepat, Jalan Monginsidi, Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (5/2/2021). 

"Mau dipakai Salat Jumat tapi ditinggal sebentar (pemilik) ke dalam, posisi kunci memang mennempel di motor," ungkap Fajar kepada TribunSolo.com, Sabtu (6/2/2021).

"Pemilik baru masuk sebentar, lalu keluar sepeda motor sudah tidak ada," tambahnya.

Sejumlah karyawan kemudian melihat rekaman CCTV di lokasi kejadian dan bertanya ke sejumlah saksi di kawasan tersebut.

Didapati sepeda motor pelaku masih ditinggal dan terpakir di toko sebelah timur Si Cepat.

"Habis itu kita tahu kalau sepeda motor itu milik pelaku, kita masukan ke halaman belakang kantor," kata Fajar.

Setelah dicek, ternyata ada tas dan sejumlah identitas pelaku yang tertinggal di sepeda motor Vario hitam.

"Ada fotokopi SIM dan KTP. Langsung kami laporkan ke polisi," ujar dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Diduga, si pencuri sengaja meninggalkan motor Vario-nya di sana, lalu bakal diambil kembali.

Apes, dia tak sadar bila aksinya mencuri motor Scoopy, terekam kamera CCTV.

Sempat Dipergoki Pelanggan

Seorang pelanggan jasa pengiriman Si Cepat sempat mengetahui detik-detik aksi pencurian sepeda motor Honda Scoopy lenyap dibawa si maling.

Kejadian pencurian tersebut terjadi di Jalan Monginsidi, Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.

Pegawai atau Sorter First Mile Si Cepat Ekspres, Fajar Sinaray mengatakan pelanggan tersebut tidak berani menegur.

Itu lantaran mengira pelaku merupakan pegawai kantor Si Cepat Ekspres.

"Pelanggan di depan (menunggu antrean) tak berani menegur, mengiranya orang sini," kata dia.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas