Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pembunuhan Sadis di Rembang

Pembunuh Ki Anom Subekti Sempat Bertamu di Sore Hari, Ambil Uang dan Perhiasan setelah Beraksi

Pelaku pembunuhan keluarga dalam Ki Anom Subekti akhirnya terungkap. Pelaku mengambil uang dan perhiasan milik korban.

Pembunuh Ki Anom Subekti Sempat Bertamu di Sore Hari, Ambil Uang dan Perhiasan setelah Beraksi
Tribun Jateng
Suasana rumah Ki Anom Subekti yang tewas dibunuh bersama istri, anak dan cucunya di Rembang. Ini update kasusnya. 

CCTV di sebuah kios LPG merekam ketika Sumani menuju rumah Anom Subekti.

“Motor, helm, dan jaket yang digunakan pelaku identik dengan rekaman CCTV dan keterangan para saksi,” jelas dia.

4. Sumani Mengambil Uang dan Perhiasan Milik Para Korban

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, setelah melakukan aksi pembunuhan, Sumani membawa pulang perhiasan emas para korban berupa cincin, anting-anting, jarum, dan gelang.

Selain itu, ia juga membawa uang tunai sebesar Rp 13,1 juta.

Sebelum mencoba bunuh diri, ia juga diketahui menransfer uang sebesar Rp 8 juta ke rekening atas nama Ratna Sari Dewi.

“Mengenai transfer ini masih kami dalami karena berkaitan dengan kerahasiaan bank,” tutur Ahmad Luthfi.

5. Polisi Menemukan Sidik Jari Pelaku dan Bercak Darah Korban

Polisi menemukan sidik jari di gelas minuman yang disuguhkan Anom Subekti saat Sumani bertamu di sore hari.

Hasil laboratorium forensik menunjukkan bahwa sidik jari itu identik dengan Sumani.

Kemudian, di rumah Sumani, polisi juga menemukan arit yang digunakan untuk membunuh.

“Dari hasil labfor, diketahui bahwa Sumani membunuh dengan benda tajam dan benda tumpul.

Dari penggeladahan di rumah tersangka, ditemukan arit yang ada bercak darah milik korban, yakni istrinya, Saudari Purwati.

Sementara, benda tumpul belum bisa kami temukan,” kata Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan bercak darah korban di setang motor Sumani serta perhiasan para korban yang diambilnya.

“Ditemukan perhiasan di rumah tersangka di antaranya ialah gelang, cincin, anting. Di anting ada darah putrinya. Di cincin ada darah ibunya,” kata dia.

6. Korban dan Pelaku Saling Mengenal

Kapolda Jateng mengatakan bahwa mendiang Anom Subekti mengenal Sumani.

“Hubungan di antara korban dengan pelaku ialah teman atau kolega.

Selebihnya masih kami dalami,” tutur dia.

Danang Dwi Irawan, putra Anom Subekti, juga mengaku kenal dengan Sumani.

“Saya kenal dengan dia. Tapi tidak terlalu akrab.

Saya tidak mengira sama sekali (bahwa Sumani pelakunya). Saya harap dia dihukum seberat-beratnya,” kata Danang.

7. Dijerat Pasal Berlapis dan Diancam Hukuman Mati

Kapolda Jateng mengaskan bahwa Sumani terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Ia dijerat dengan pasal berlapis sebagai berikut.

Pasal 340 KUH Pidana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

Pasal 338 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun.

Pasal 365 ayat (3) KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76C UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp 3 Miliar rupiah.

(Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul 7 Fakta Pembunuhan Keluarga Dalang Anom Subekti Rembang Bikin Sumani Diancam Hukuman Mati

Ikuti kami di
Editor: Miftah
Sumber: Tribun Jateng
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas