Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Demi Anaknya Bisa jadi PNS, Ibu 47 Tahun Ini Rela Utang Rp 200 Juta, Ternyata Malah Ditipu Tetangga

Demi anaknya bisa jadi PNS, seorang ibu kini terlilit utang Rp 200 juta. Kusmiyati (47) harus mengangsur cicilan sebesar Rp 5,3 juta per bulan.

Demi Anaknya Bisa jadi PNS, Ibu 47 Tahun Ini Rela Utang Rp 200 Juta, Ternyata Malah Ditipu Tetangga
KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO
Kusmiyati (47) saat ditemui di rumahnya di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (25/2/2021) sore. 

TRIBUNNEWS.COM- Demi anaknya bisa jadi PNS, seorang ibu kini terlilit utang Rp 200 juta.

Kusmiyati (47) harus mengangsur cicilan sebesar Rp 5,3 juta per bulan.

Ia ternyata menjadi korban penipuan tetangganya.

Pada 2015 lalu, warga Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ini diiming-imingi tetangganya yang berjanji mempekerjakan putrinya menjadi bidan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Saya awalnya diiming-imingi oleh Abdul Muiz, salah satu perangkat desa di kampung supaya menitipkan anak saya ke Pak Mustamir seorang kontraktor yang juga tetangga saya. Katanya bisa menjadikan anak saya bidan PNS di Solo. Namun ternyata semua itu bohong, uang malah dibawa kabur Pak Mustamir," ungkap Kusmiyati.

Alih-alih mendapatkan pekerjaan, uang Rp 200 juta yang diminta sebagai mahar untuk menjadi abdi negara justru raib.

Kesepakatan sejak 2015 tersebut tak kunjung terealisasi dengan berbagai alasan yang tak jelas.

Padahal, uang Rp 200 juta telah diserahkan dengan bukti kuitansi di atas materai.

"Sebenarnya banyak korbannya, namun mereka malu dan tidak mau masalah ini dibesar-besarkan. Bagaimana saya tahan, orang kecil seperti saya punya tanggungan utang sebanyak itu sejak 2015 tanpa hasil sepadan. Siapa sih yang tak ingin anaknya bekerja selulus kuliah," tangis Kusmiyati saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Kamis (25/2/2021) sore.

Baca juga: Seleksi CPNS 2021 dan PPPK akan Dibuka Bulan April, Ini Tahapannya, Dibutuhkan 189 Ribu Formasi

Baca juga: Penembakan di Cengkareng oleh Oknum Polisi, PKB : Ngeri Kok Main Tembak Gitu? 

Baca juga: POPULER Regional: Oknum Polisi Bunuh 2 Remaja karena Sakit Hati | Heboh Bayi Ikan Hiu Mirip Manusia

Merasa ditipu, ibu dua anak tersebut lantas melapor ke Polsek Panunggalan pada 2017. Namun, beberapa kali melapor belum juga ada kepastian dari pihak polisi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Miftah
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas