Tribun

OTT Gubernur Sulsel

KPK Segel Kantor PUPR Sulsel, Kadis PUPR Tak Bergeming 

Selain OTT Gubernur Nurdin Abdullah, KPK juga menyegel Kantor PUPR Sulawesi Selatan, Kadis PUPR pilih diam.

Editor: Theresia Felisiani
KPK Segel Kantor PUPR Sulsel, Kadis PUPR Tak Bergeming 
TRIBUN-TIMUR.COM/IKHSAN
Kepala Dinas PUPR Sulsel, Prof Rudy Djamaluddin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.

Hal itu berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan No :Sprin.Lidik-98/01/10/2020.

Selain Nurdin Abdullah, KPK juga mengamankan beberapa orang antara lain: Agung Sucipto (Kontraktor, 64 Thn), Nuryadi (Sopir Agung, 36 tahun), Samsul Bahri (Adc Gubernur Provinsi Sulsel 48 tahun)

Selain itu, ada Edy Rahmat (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan) dan Irfandi ( Sopir Edy Rahmat).

Barang bukti yang diamankan oleh Tim KPK yaitu 1 (satu) koper yang berisi uang sebesar Rp 1 Miliar yang di amankan di Rumah Makan Nelayan Jl Ali Malaka, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Baca juga: Santer Isu Dipulangkan ke Sulsel, KPK Masih Periksa Gubernur Nurdin Abdullah

Kini sang gubernur masih menjalani pemeriksaan intensif di KPK.

Sementara itu KPK juga telah menyegel Kantor PUPR Sulawesi Selatan, dikarenakan pejabatnya yaitu Edy Rahmat ikut terjaring dalam operasi senyap. 

Kepala Dinas PUPR Sulsel, Prof Rudy Djamaluddin memilih bungkam.

Pasalnya saat dihubungi ia tidak menjawab panggilan telepon yang dilakukan wartawan, serta tidak membalas pesan singkat terkait penyegelan tersebut..

Baca juga: OTT KPK Gubernur Sulsel Diduga Terkait Proyek Infrastruktur Jalan

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di

Wiki Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas