MRI Terancam Hukuman Mati, Dia Menggendong Jasad Setiap Korbannya Menuju Lokasi Pembuangan
Pelaku pembunuhan biadab itu digiring petugas ke dua lokasi penemuan mayat yang dibuang oleh pelaku setelah sebelumnya dibunuh di sebuah penginapan.
Editor: Dewi Agustina
Dengan mengikat kaki dan menekuk badan korbannya, pelaku memasukkan korban ke dalam plastik dan kemudian dimasukkan ke dalam tas carrier, lalu digendong hingga menuju lokasi pembuangan.
Dari pengakuannya, pelaku menggendong mayat tersebut dengan menyusuri beberapa ruas jalan.
Karena menjelang pagi dan warga sudah ada yang beraktivitas, ia pun nekat membuangnya di sisi jalan.
"Saya naronya di atas (kepalanya) kemudian ditekuk badan ditekuk dipaksa, (alasan buang di lokasi) karena sudah banyak warga sepanjang jalan saya bingung mau buang ke mana, sepanjang jalan saya sudah bingung mau buang ke mana akhirnya saya buang di sini," ujarnya.
Tak menyesal dengan perbuatan pertama, MRI kembali melakukan pembunuhan kedua dan mayatnya dibuang ke wilayah Pasir Angin, Kabupaten Bogor.
Setelah dari lokasi pertama, kemudian Kapolresta Bogor Kota menggiring pelaku ke lokasi ke dua yaitu lokasi penemuan mayat perempuan berinisial ER yang ditemukan pada 10 Maret 2021.
Di sana pelaku juga memberikan pengakuan mengejutkan.
Pelaku membuang korban yang sudah lebih dulu dikencani lalu dihabisi.
Dengan posisi ditekuk, pelaku biadab itu memasukkan korban yang sudah meninggal dunia ke dalam tas.
Dengan posisi tubuh tegak, wajah merunduk dan mata melirik ke sekitar, pelaku dengan fasih mengatakan bahwa tak butuh waktu lama untuk membuang mayat yang digendongnya di dalam tas ransel.
"Enggak sampai lima menit (membuang mayat) cuma ditarik saja (tasnya)," ujarnya.
Baca juga: Pembunuhan Berantai di Bogor, Motif Berkencan, Pelaku Menikmati Momen Meninggalnya Korban
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Berantai di Bogor Habisi 2 Wanita di Penginapan yang Sama, Hanya Beda Kamar
Modus dan Motif Pelaku
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan dalam menjalankan aksi jahatnya pelaku memanfaatkan media sosial untuk merayu korbannya.
Dengan mengiming-imingi inbalan uang, MRI merayu para korbanya untuk diajak bertemu.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.